China Bikin Payung Raksasa di Luar Angkasa, Ternyata Pembunuh Starlink

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
22 May 2026 19:40
Ilustras payung lipat yang bisa mengorbit di angkasa buatan Galaxy Space.(GlobalTimes)
Foto: Ilustras payung lipat yang bisa mengorbit di angkasa buatan Galaxy Space.(GlobalTimes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan antariksa swasta asal China, GalaxySpace, memperkenalkan teknologi antena baru berbentuk payung raksasa untuk satelit orbit rendah Bumi atau low-Earth orbit (LEO).

Teknologi ini diklaim mampu mendongkrak kapasitas internet satelit hingga 10 kali lebih kuat dibanding generasi sebelumnya. Peluncuran teknologi tersebut dilakukan di tengah ambisi besar China mempercepat pengembangan industri antariksa komersial dan layanan internet satelit global.

Pemerintah China bahkan untuk pertama kalinya memasukkan sektor kedirgantaraan sebagai salah satu industri pilar baru dalam Laporan Kerja Pemerintah 2026.

Mengutip Global Times, antena ini memiliki desain unik menyerupai payung raksasa yang dapat dilipat rapat saat berada di dalam roket, lalu terbuka otomatis ketika sudah mencapai orbit.

Perusahaan menyebut teknologi payung raksasa dapat menjadi solusi atas keterbatasan ruang dalam roket peluncur modern. Saat ini, satu roket komersial biasanya membawa banyak satelit sekaligus, sehingga efisiensi ruang menjadi faktor sangat penting.

Kepala insinyur sistem muatan GalaxySpace, Xu Zhi, mengatakan antena berdiameter 1 meter tersebut memiliki rasio penyimpanan kurang dari 12%. Dengan teknologi itu, antena dapat dipadatkan hingga hanya sebesar koper komputer kecil sebelum diluncurkan ke luar angkasa.

Menurut perusahaan, desain ringkas itu memungkinkan satelit membawa reflektor komunikasi berukuran jauh lebih besar tanpa mengurangi efisiensi peluncuran. Teknologi tersebut dinilai penting untuk mendukung generasi baru konstelasi satelit broadband.

Tak hanya fokus pada desain, GalaxySpace juga mengklaim berhasil merevolusi proses produksi perangkat keras antariksa. Selama ini, antena jaring untuk satelit masih diproduksi secara manual dengan proses rumit dan memakan waktu lama.

Kini, perusahaan mengembangkan teknologi pembentukan jaring terintegrasi yang disebut mampu meningkatkan efisiensi produksi lebih dari 70%.

Perkembangan ini mencerminkan arah baru industri antariksa China yang mulai menerapkan konsep industrialized aerospace, yakni pendekatan manufaktur massal berteknologi tinggi untuk mempercepat produksi perangkat antariksa.

GalaxySpace mengatakan antena baru tersebut nantinya tak hanya digunakan untuk internet satelit broadband, tetapi juga dapat mendukung sistem navigasi, penginderaan jauh, hingga layanan direct-to-cell atau koneksi satelit langsung ke ponsel yang saat ini menjadi perlombaan teknologi global.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mau Kalahkan Starlink, Amazon Minta Bantuan Apple


Most Popular
Features