Dunia Berubah Total, Paus Leo XIV Keluarkan Pengumuman Penting
Jakarta, CNBC Indonesia - Vatikan akan meluncurkan dokumen penting terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada 25 Mei mendatang. Dokumen tersebut menjadi ensiklik pertama Paus Leo XIV dan akan membahas perlindungan martabat manusia di era AI.
Peluncuran dokumen bertajuk Magnifica Humanitas itu akan menghadirkan langsung Paus Leo XIV bersama salah satu pendiri perusahaan AI Anthropic, Christopher Olah.
Kehadiran Olah di Vatikan dinilai dapat memperkeruh ketegangan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Sebab, pada Februari lalu, pemerintahan Trump memerintahkan seluruh lembaga pemerintah AS menghentikan penggunaan teknologi AI milik Anthropic, demikian dikutip dari APNews, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah AS juga menjatuhkan sejumlah sanksi karena Anthropic menolak memberikan akses tanpa batas kepada militer AS terhadap teknologi AI miliknya.
Saat ini Anthropic bahkan tengah menggugat pemerintah AS karena menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembalasan ilegal atas upaya perusahaan membatasi penggunaan teknologi AI mereka.
Paus Leo XIV sendiri sejak awal masa kepemimpinannya dikenal menjadikan isu AI sebagai prioritas utama. Ia secara terbuka menyampaikan kekhawatiran terkait penggunaan AI dalam peperangan dan menyerukan pengawasan ketat terhadap pemanfaatan teknologi tersebut.
Peluncuran ensiklik ini juga berbeda dari biasanya. Jika dokumen Vatikan umumnya hanya dipresentasikan di ruang pers internal, kali ini acara akan digelar secara resmi di auditorium utama Vatikan dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting gereja dan akademisi.
Dua kardinal senior Vatikan, yakni Kardinal Víctor Manuel Fernández dan Kardinal Michael Czerny, akan menjadi pembicara utama. Selain Christopher Olah, acara juga menghadirkan teolog Anna Rowlands dan Leocadie Lushombo.
Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dijadwalkan memberikan penutupan acara, sementara Paus Leo XIV akan menyampaikan pidato sekaligus berkat penutup.
Paus Leo XIV menandatangani dokumen tersebut pada 15 Mei, tepat 135 tahun setelah Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik legendaris Rerum Novarum atau Tentang Hal-Hal Baru.
Dokumen bersejarah itu sebelumnya membahas hak pekerja, batas kapitalisme, serta tanggung jawab negara dan perusahaan terhadap buruh di era Revolusi Industri.
Kini, Vatikan menilai revolusi AI menghadirkan tantangan serupa terhadap kehidupan manusia modern, termasuk persoalan tenaga kerja, keadilan sosial, hingga perdamaian dunia.
Anthropic sendiri didirikan pada 2021 oleh Dario Amodei bersama sejumlah mantan peneliti OpenAI setelah terjadi perbedaan pandangan dengan CEO OpenAI Sam Altman terkait keamanan AI.
Perusahaan tersebut fokus mengembangkan artificial general intelligence (AGI), yakni teknologi AI yang diklaim dapat melampaui kemampuan manusia.
Awal tahun ini, Anthropic mengumumkan valuasinya melonjak menjadi US$380 miliar. Perusahaan itu kini menjadi pesaing utama OpenAI dan xAI milik Elon Musk yang mengembangkan chatbot Grok.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]