Pengumuman Penting AS Jelang Pertemuan Bersejarah Trump-Xi Jinping

Redaksi,  CNBC Indonesia
13 May 2026 17:40
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump akan sowan langsung ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan ini digadang-gadang akan menjadi penentuan arah kebijakan dagang antara dua negara kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Ini adalah kunjungan pertama Trump ke China setelah 9 tahun. Sebelumnya, Trump dan Xi Jinping sudah bertemu di Korea Selatan pada Oktober 2025, yang menghasilkan kesepakatan 'gencatan senjata' dalam perang dagang AS-China.

Jelang pertemuan tersebut, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) memberikan pengumuman penting. Pada Selasa (12/5) waktu setempat, FCC mengatakan pihaknya akan mengizinkan drone dan router konsumen asal China yang dijual di AS untuk mendapatkan pembaruan software penting hingga setidaknya akhir 2028, dikutip dari CNBC International, Rabu (13/5/2026).

Hal ini menunjukkan sikap pemerintah AS yang mulai melunak ke China. Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, FCC telah melarang impor model-model drone dan router konsumen baru buatan China.

AS selama bertahun-tahun memang makin keras terhadap industri teknologi China. Hal ini ditengarai kekhawatiran AS bahwa teknologi China bisa membahayakan keamanan nasional.

Kendati melarang impor router dan drone baru, tetapi FCC mengizinkan versi-versi lama yang sudah diizinkan sebelumnya untuk terus diimpor dan dijual di AS. Kini, FCC mempertegas izinnya untuk pembaruan software dan firmware dari drone dan router yang dijual di AS.

Router konsumen adalah kotak yang menghubungkan komputer, telepon, dan perangkat pintar ke internet. FCC mengatakan perubahan ini akan memastikan konsumen AS menerima semua pembaruan software dan firmware untuk memastikan fungsionalitas perangkat yang berkelanjutan. Misalnya, untu menambal kerentanan dan memfasilitasi kompatibilitas dengan berbagai sistem operasi.

FCC secara terpisah sedang mempertimbangkan apakah akan melarang impor peralatan buatan China dari sekelompok produsen, setelah sebelumnya melarang impor atau penjualan model baru mereka pada tahun 2022.

Larangan tersebut akan menambahkan peralatan telekomunikasi dan pengawasan video buatan Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua ke dalam "Daftar Tercakup" FCC. Daftar itu berisi perusahaan-perusahaan yang dinilai menimbulkan risiko keamanan nasional AS.

Hikvision telah mengajukan gugatan untuk memblokir rencana tersebut. Proposal tersebut tidak akan mencakup pelarangan drone atau router buatan China yang telah disetujui sebelumnya.

Pada 30 April 2026, FCC memberikan suara untuk memajukan proposal untuk melarang semua laboratorium China yang menguji perangkat elektronik seperti HP, kamera, dan komputer, untuk digunakan di AS. FCC mengatakan sekitar 75% dari semua elektronik AS diuji di China.

FCC juga memberikan suara untuk memajukan proposal untuk melarang China Mobile, China Telecom, dan China Unicom, dalam mengoperasikan data center di AS dan dapat melarang operator telekomunikasi untuk melakukan interkoneksi dengan perusahaan yang dianggap sebagai ancaman keamanan.

FCC juga mempertimbangkan untuk melarang interkoneksi dengan perusahaan yang memiliki data center atau titik kehadiran di titik pertukaran internet AS, memperluas pembatasan ke beberapa afiliasi perusahaan yang terdaftar, dan melarang interkoneksi dengan operator yang menggunakan peralatan dari pemasok dalam "Daftar Tercakup".

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump dan Xi Jinping Ketemu, Investor Minta Tak Cawe-Cawe Urusan Ini


Most Popular
Features