Pengunjung dari Jauh Bisa Ungkap Asal Usul Makhluk di Bumi

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
13 May 2026 07:10
A green comet named Comet C/2022 E3 (ZTF), which last passed by our planet about 50,000 years ago is seen from the Pico de las Nieves, in the island of Gran Canaria, Spain, February 1, 2023. REUTERS/Borja Suarez
Foto: REUTERS/BORJA SUAREZ

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah komet langka terlihat dari bagian utara Bumi dalam beberapa minggu terakhir. Penampakannya bakal sangat langka karena diperkirakan baru akan kembali mengorbit Matahari pada 170 ribu tahun lagi.

Kehadiran komet C/2025 R3 PANSTARRS jauh lebih lama dibandingkan komet Halley. Komet itu baru bisa terlihat dalam mata telanjang 72-80 tahun lagi, diperkirakan baru muncul pada 2061.

Komet itu baru ditemukan tahun lalu. Menurut para astronom, asal usulnya berasal dari Awan Oort yaitu lapisan bulat raksasa yang menyelimuti tata surya dan menjadi batas terluar pengaruh gravitasi bintang kita.

Awan Oort dipercaya dipenuhi dengan objek es dan batuan seperti komet C/2025 R3 PANSTARRS.

Komet langka seperti itu tidak bisa dilihat lagi dalam peradaban manusia sekarang. Astronom tetap Te Whatu Stardome Selandia Baru, Josh Aoraki mengatakan hal serupa.

"Setiap kali kami melihatnya, ini jadi pertama kali kami melihatnya dan satu-satunya kesempatan melihatnya sepanjang hidup kita," jelasnya, dikutip dari Futurism, Senin (11/5/2026).

Matt Woods dari Observatorium Perth juga menjelaskan interaksi gravitasi planet di Tata Surya dapat melontarkan komet keluar dari sistem bintang kita. Artinya belum ada jaminan komet yang sama bisa terlihat lagi di masa depan.

Komet ini kemungkinan menyimpan petunjuk menarik mengenai masa awal Tata Surya, sistem bintang yang menjadi rumah Bumi. Bahkan Woods menyebutkan pergerakan objek-objek tersebut berperan dalam mengantarkan unsur membentuk kehidupan di Bumi.

"Meskipun C/2025 R3 PANSTARRS terlihat seperti bercak samar dan kabur lewat teropong, ini mewakili sesuatu yang jauh lebih signifikan," ucapnya.

"Ini menjadi peninggalan dari kelahiran Tata Surya, arsip beku sejarah kosmik, dan terlihat dari Bumi untuk sesaat," dia menambahkan.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos NASA Mau Pluto Dikembalikan, Ternyata Ada Udang di Balik Batu


Most Popular
Features