Tanda Gempa Besar Ditemukan di Gunung Ciremai, Tanah Terbalik

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
08 May 2026 20:20
Gunung Ciremai. (Instagram/gunungciremai)
Foto: Gunung Ciremai. (Instagram/gunungciremai)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan aktivitas tektonik dan vulkanik pada zaman Kuarter (mulai 2,58 juta tahun lalu). Temuan tersebut berada di wilayah Lingkar Timur Kuningan.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN dan ketua tim penelitian Sonny Aribowo menjelaskan temuan itu berasal dari analisis geokronologi dan pemetaan LiDAR dari endapan distal Gunung Ciremai.

Dia mengatakan riset ini bertujuan mengetahui umur endapan Ciremai yang terganggu aktivitas tektonik. Dengan menggunakan metode carbon dating pada jalur Lingkar Timur Kuningan ditemukan endapan berumur 22 ribu tahun di atas endapan yang berusia 20 ribu tahun.

Hal ini menunjukkan bukti aktivitas sesar naik yang terjadi setelah 20 ribu tahun, yakni lapisan lebih tua akan terdorong ke bagian atas lapisan lebih muda.

"Selain sesar naik, ditemukan juga bukti sesar normal pada endapan berumur sekitar 16.000 tahun, yang mengindikasikan adanya fase penyeimbangan sedimen setelah tekanan tektonik besar, atau kemungkinan jejak kejadian gempa bumi besar pada periode tersebut," kata Sonny dalam keterangannya, dikutip Jumat (8/5/2026).

Sonny juga menjelaskan riset ini juga berhasil membedakan endapan jauh (distal) dan endapan dekat (proximal) Gunung Ciremai. Distal masuk sebagai sedimen vulkanik basaltik sub-alkalin dengan kandungan besi tinggi dan silika rendah, sementara proksimal menunjukkan area dekat puncak didominasi batuan andesit basaltik dengan seri magma medium-K.

Namun hubungan keduanya perlu dikaji lebih lanjut. Sebab baik distal dan proksimal memiliki perbedaan karakteristik.

Pengguna LiDAR pada studi ini memungkinkan melihat fitur permukaan Bumi tanpa terhalang vegetasi. Hasilnya juga menunjukkan terdapat kemiringan lapisan (tilting) dan patahan (faulting) pada morfologi lahan.

"Data radiokarbon dan LiDAR ini memberikan pembaruan penting terhadap kronologi erupsi Gunung Ciremai. Temuan ini menunjukkan bahwa fase deformasi tektonik di wilayah Kuningan berlangsung beriringan dengan sejarah vulkanisme gunung tersebut," kata Sonny.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Megathrust 'Meledak', Banten-Lampung Digulung Tsunami Hitungan Menit


Most Popular
Features