Krisis Besar 2026, Ramai-Ramai Serbu 'Harta Karun' Baru

Redaksi,  CNBC Indonesia
06 May 2026 14:45
Ilustrasi Chip Komputer (Photo by Jeremy Waterhouse from Pexels)
Foto: Ilustrasi (Photo by Jeremy Waterhouse from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia tengah menghadapi krisis kelangkaap chip memori. Fenomena ini sudah terjadi sejak akhir 2025, ketika pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kian masif.

Alhasil, permintaan chip berkapasitas tinggi (HBM) untuk AI melonjak tajam. Produsen chip kemudian memprioritaskan pemenuhan permintaan chip AI, sehingga chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen -seperti HP dan laptop- menjadi langka dan makin mahal.

Di tengah krisis kelangkaan ini, permintaan chip memori masih tetap tinggi. Hal ini sudah berdampak pada meroketnya harga komponen dan menghasilkan penyesuaian harga jual laptop, HP, dan perangkat-perangkat elektronik lainnya.

Dunia dan raksasa teknologi berebut pasokan chip yang saat ini tak ubahnya 'harta karun' berharga. Asosiasi Industri Semikonduktor (SIA) mengumumkan penjualan semikonduktor global mencapai US$295,5 miliar pada kuartal-I 2026.

Angka itu menunjukkan peningkatan 25% secara tahun-ke-tahun (YoY). Sepanjang Maret 2029, penjualan mencapai US$99,5 miliar atau mencatat pertumbuhan 79,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data penjualan bulanan dikumpulkan organisasi World Semiconductor Trade Statistics (WSTS). SIA sendiri mewakili 99% dari industri semikonduktor AS dari segi pendapatan, dan hampir dua per tiga dari firma chip non-AS.

"Penjualan chip global berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai US$1 triliun pada 2026, dengan penjualan di kuartal-I sudah melampaui penjualan di kuartal-IV 2025," kata John Neuffer, presiden dan CEI SIA, dikutip dari laman resminya.

"Penjualan yang kuat di wilayah Asia Pasifik, Amerika, dan China, mendorong pertumbuhan pasar semikonduktor global. Hal ini menunjukkan permintaan yang lebih luas dan kokoh untuk semikonduktor dan banyaknya produk teknologi yang dihasilkan," ia menjelaskan.

Secara regiuonal, penjualan YoY pada Maret 2026 meningkat tajam di Asia Pasifik (108,5%), Amerika (83,1%), China (74,8%), Eropa (46,5%), dan Jepang (7,4%).

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis Baru Menghantam Dunia di 2026, Pihak Ini yang Diuntungkan


Most Popular
Features