China Siapkan Teknologi Baru yang Bisa Obrak-abrik Amerika

Redaksi,  CNBC Indonesia
05 May 2026 17:45
Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali membuat gebrakan di sektor pengembangan inovasi teknologi. Pusat Superkomputer Nasional di China mengumumkan rencana mengembangkan sebuah mesin yang akan mencapai kecepatan 2 exaFLOPS hanya dengan menggunakan prosesor.

Sistem Lingsheng, yang diungkap pada konferensi April 2026 di Shenzhen, akan memuat 47.000 prosesor dalam 92 kabinet komputasi.

Lu Yutong, direktur Pusat Superkomputer Nasional di Shenzhen dan perancang utama sistem tersebut, menjelaskan bahwa tumpukan perangkat keras dan lunak (hardware-software) sepenuhnya dapat dikendalikan secara independen.

Pengembangan mesin baru ini bisa melepas ketergantungan terhadap akselerator GPU atau hardware terspesialisasi. Pendekatan yang hanya memanfaatkan CPU ini merupakan strategi arsitektur yang benar-benar beda dari tren selama ini.

Sistem ini memanfaatkan CPU berkinerja tinggi yang diproduksi di dalam negeri, bersama dengan memori bandwidth tinggi on-chip (HBM) dan jaringan interkoneksi berkecepatan tinggi.

Sistem ini juga menggabungkan komputasi ortogonal mengambang 3D dan pendinginan cair penuh untuk mengelola keluaran termal.

Menurut pengumuman tersebut, platform Lingsheng mencapai terobosan di enam bidang teknis utama. Masing-masing adalah arsitektur, kinerja, konsumsi energi, pemrograman, skalabilitas, dan keandalan, dikutip dari TechRadar, Selasa (5/5/2026).

Sistem ini mendukung daya komputasi exascale dengan penyimpanan exascale dan komunikasi petascale, serta menggunakan teknologi pendinginan cair terpusat berskala terbesar di dunia menurut para pejabat.

Fase verifikasi percontohan menggunakan 100 server Huawei Kunpeng yang dibangun di atas inti Taishan berbasis Arm, dengan total 12.800 inti.

Saat mencapai produksi penuh, desain sistem yang sama akan mencakup 1.580 server blade yang menggunakan CPU x86 dengan 101.120 core dan puncak teoritis di atas 10 petaflops.

Infrastruktur lengkap ini juga memiliki 36 kabinet jaringan yang mendukung interkoneksi satu juta port.

Selain itu, akan ada penyimpanan yang direncanakan sebesar 650 PB yang didistribusikan di 428 node dan 67 kabinet penyimpanan berpendingin cairan yang memberikan bandwidth 10 TB/s.

Amerika Terancam Kalah Telak?

Komputer tercepat di dunia saat ini, El Capitan milik Departemen Energi AS, berjalan pada 44.544 APU AMD MI300A, yang mengintegrasikan silikon CPU dan GPU dalam satu paket.

Jika kinerja berkelanjutan Lingsheng sebesar 2 exaFLOPS tercapai, maka akan melampaui skor Linpack terukur El Capitan sebesar 1,809 exaFLOPS.

Di sisi lain, angka 2 exaFLOPS untuk sistem Lingsheng adalah angka teoretis, tetapi El Capitan sudah memiliki nilai teoretis 2,79 exaFLOPS.

Oleh karena itu, klaim untuk melampaui komputer tercepat di dunia tampaknya tidak dapat dicapai jika membandingkan nilai-nilai teoretis satu sama lain.

Masih ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab terkait sistem Lingsheng. Utamanya, karena belum ada data benchmark yang bisa dijadikan acuan dalam mengevaluasi mesin tersebut.

Meskipun China menegaskan bahwa sistem ini tidak akan bergantung pada vendor non-China, pilihan x86 domestik negara tersebut tetap terbatas pada Zhaoxin dan Hygon.

Tidak satu pun dari alternatif domestik ini yang telah menunjukkan prosesor yang dapat bersaing dengan komponen generasi saat ini dari Intel atau AMD asal AS.

Pengumuman tersebut juga gagal menyebutkan pemasok spesifik untuk sistem produksi dan tidak memberikan jadwal operasional untuk penyelesaiannya.

Dari sisi aplikasi potensial, teknologi ini mencakup sembilan bidang, termasuk penginderaan jarak jauh, ilmu material, bioinformatika, meteorologi, farmasi, eksplorasi minyak, kecerdasan buatan, ilmu hayati, dan simulasi elektromagnetik.

Satu tim peneliti melaporkan pencapaian skalabilitas paralel sebesar 81% untuk perhitungan prinsip pertama yang melibatkan 100 juta atom.

Kelompok lain mengklaim bahwa penyaringan virtual senyawa dalam skala triliun dapat meningkatkan efisiensi hingga 1.000 kali lipat melalui kombinasi AI dan pembelajaran penguatan.

Namun, ini tetap merupakan klaim teoretis sampai mesin yang berfungsi menghasilkan hasil benchmark yang dapat diverifikasi.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Pamer Mesin "Masa Depan", Kuatnya 100 Kali Bumi


Most Popular
Features