Tak Ada yang Suka, Hakim Minta Elon Musk Pasrah Dibenci Banyak Orang

Redaksi,  CNBC Indonesia
05 May 2026 08:10
Elon Musk berbicara dengan Presiden terpilih AS Donald Trump dan para tamu saat menyaksikan peluncuran uji terbang keenam SpaceX Starship, di Brownsville, Texas, AS, 19 November 2024. (Brandon Bell/Pool via REUTERS)
Foto: Elon Musk berbicara dengan Presiden terpilih AS Donald Trump dan para tamu saat menyaksikan peluncuran uji terbang keenam SpaceX Starship, di Brownsville, Texas, AS, 19 November 2024. (via REUTERS/Brandon Bell)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak warga Amerika Serikat yang tidak suka dengan Elon Musk. Fakta ini muncul dalam proses pemilihan juri untuk sidang gugatan Elon Musk ke OpenAI.

Pemilihan juri adalah salah satu tahapan dalam proses persidangan di AS. Kedua pihak yang bersengketa hukum diberikan kesempatan untuk menolak sebagian dari warga biasa yang "kebagian" tugas menjadi juri di pengadilan.

Dalam proses pemilihan juri, banyak calon juri yang diwawancara mengungkapkan rasa benci mereka terhadap Elon Musk.

"Elon tak peduli dengan orang lain, seperti Presiden kita [Donald Trump]," kata salah satu calon juri ke Hakim Yvonne Gonzales Rogers, yang memimpin persidangan seperti dikutip Business Insiders.

Laki-laki tersebut bekerja sebagai pekerja konstruksi yang mengaku hobi membagikan meme di internet dan masih berlangganan koran. Menurutnya, Musk hanya peduli soal uang.

Calon juri lainnya adalah pegawai di pemerintahan kota Oakland. Meski menyebut Musk sebagai "bajingan", ia berkomitmen untuk menggunakan pendekatan "terbaik"-nya dalam mengikuti persidangan tanpa bias.

Setelah proses yang panjang, akhirnya pengadilan memilih 9 juri yang akan bertugas memutuskan nasib Musk dan sasaran gugatannya, OpenAI serta CEO Sam Altman.

Protes pengacara Musk, Steven Molo, soal beberapa juri gagal mengubah keputusan hakim. Molo ingin agar hakim mengganti seorang juri yang menyebut Musk sebagai "sampah yang serakah, rasis, dan homofobia" serta juri lain yang menyebut Musk sebagai "bajingan kelas dunia." 

Namun, hakim meminta agar pihak Musk pasrah karena kenyataannya orang terkaya dunia itu dibenci banyak orang.

"Begini, kenyataannya orang-orang tidak suka dia. Namun, itu tak berarti warga AS, tidak bisa mengikuti proses peradilan ini tanpa integritas," kata Rogers.

Sidang gugatan Musk terhadap OpenAI kini sudah memasuki tahap kesaksian. Musk meminta ganti rugi lebih dari US$ 100 miliar dari OpenAI. Ia menuduh OpenAI dan Altman menipu dirinya.

Sebagai konteks, Musk dulunya merupakan sosok yang turut mendirikan OpenAI sebagai lembaga riset non-profit pada 2015. Bahkan, Musk menyumbangkan US$38 juta sebagai pendanaan awal.

Namun, Musk akhirnya 'tertendang' dari OpenAI pada 2018, setelah gagal meyakinkan Altman agar Tesla, perusahaan otomotif miliknya, mengakuisisi lembaga tersebut.

Setelah Musk hengkang, OpenAI terus mengembangkan tool AI canggih, hingga akhirnya booming melalui peluncuran ChatGPT pada 2022 lalu. Musk tak terima karena OpenAI berubah bentuk menjadi perubahan pencari profit, tak sesuai dengan identitas awal sebagai yayasan.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ditendang dari Perusahaan Sendiri, Elon Musk Balas Dendam


Most Popular
Features