Gubernur Meksiko Mundur Usai AS Ungkap Hubungannya dengan Kartel
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Sinaloa Meksko, Ruben Rocha Moya memutuskan untuk mundur sementara dari jabatannya setelah hubungannya dengan kartel Sinaloa diungkap jaksa Amerika Serikat (AS). Padahal belum lama ini, dia membantah tuduhan tersebut dan hubungannya dengan pemasok fentanyl dan pelaku kekerasan itu.
Pada Rabu lalu, jaksa AS mendakwa adanya kolusi antara Rocha, Kartel Sinaloa dan sembilan pejabat lainnya. Para pemimpin kartel disebut menyuap dan memberikan suara sebagai imbalan dari kekebalan hukum.
Tuduhan yang sama sebenarnya telah ditunjukkan pada Rocha dari otoritas AS tahun 2024. Saat itu, AS menangkap salah satu pendiri kartel yang menyebutkan mengira tengah dalam perjalanan bertemu Rocha.
Namun saat itu, pemimpin Meksiko membela Rocha. Bahkan Andres Manuel Lopez yang masih menjabat presiden dan presiden terpilih Claudia Sheinbaum juga ikut mendukungnya.
Tuduhan itu memecah masyarakat menjadi dua suara. Ada yang mendukung hukuman pada pelaku korupsi dan mereka yang muak adanya intervensi ilegal dari AS.
Publik juga menunggu bagaimana perlakuan pemerintahan Sheinbaum pada kasus Rocha kali ini.
Analis politik Meksiko, Viri Rios membela keputusan Sheinbaum memperlambatan permintaan ekstradisi. Menahan Rocha dan mengirimnya ke AS bisa mendorong pemerintah Trump mendakwa lebih banyak pejabat, yang pada akhirnya menggoyang pemerintahannya.
Dia menambahkan Sheinbaum juga harus memanfaatkan momentum ini. Pemerintahannya diminta untuk melakukan penyidikan soal Rocha.
"Kasus Rocha memberikan kesempatan untuk Sheinbaum menunjukkan keinginannya mengjar politisi korup," jelas Rios dikutip dari New York Times, Minggu (3/5/2026).
"Dia punya lebih banyak dukungan internal di Morena untuk melakukannya dibandingkan yang diperkirakan secara luas," dia menambahkan.
Namun menurut sejarah, pejabat Meksiko ragu-ragu melakukan penyidikan anggotanya sendiri. "Kami hampir tidak mendapatkan kerja sama dari pemerintah Meksiko dalam upaya penyelidikan apapun, termasuk pada pejabat publik," kata mantan jaksa AS, Gina Parlovecchio.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]