Robot humanoid Sophia mencatatkan debut unik di panggung musik klasik dengan tampil bersama orkestra langsung di Hong Kong, Rabu (29/4/2026), dalam konser bertema kecerdasan buatan (AI) yang memadukan seni tradisional dan inovasi teknologi. (REUTERS/Tyrone Siu)
Mengenakan gaun berpayet emas, Sophia membawakan tiga lagu orisinal berjudul “Human Grace”, “I Am Your Mirror”, dan “Wires and Steel” bersama Orkestra Simfoni Hong Kong Baptist University. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari penonton. (REUTERS/Tyrone Siu)
Diperkenalkan pada 2016 oleh Hanson Robotics, Sophia dikenal luas berkat ekspresi wajahnya yang realistis dan berbagai penampilan media, termasuk saat bernyanyi di acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon. Namun, konser ini menjadi kali pertama ia tampil bersama orkestra langsung. (REUTERS/Tyrone Siu)
Direktur musik sekaligus pelatih artistik Sophia, Jovanka V. Wilsdorf, mengatakan bahwa melatih robot untuk membawakan musik klasik membutuhkan penyesuaian besar. Menurutnya, menjaga gaya khas Sophia sambil mengadaptasinya ke teknik vokal klasik memerlukan banyak eksperimen. (REUTERS/Tyrone Siu)
Dalam sesi interaksi di panggung, Sophia menyampaikan harapannya agar musik dapat menjembatani hubungan antara manusia dan mesin. Ia mengakui tidak merasakan emosi seperti manusia, namun berupaya mensimulasikan koneksi tersebut secara autentik melalui seni. (REUTERS/Tyrone Siu)
Konser ini juga menampilkan berbagai teknologi berbasis AI, mulai dari animasi digital, sistem penangkapan gerak, hingga kolaborasi antara penari manusia dan avatar virtual. Wakil Presiden sekaligus Dekan Seni Kreatif HKBU, Johnny Poon, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya mengaburkan batas antara tradisi dan inovasi, sekaligus memperdalam pemahaman tentang kreativitas manusia. (REUTERS/Tyrone Siu)