Dolar Dilarang Keras, China Makin Ganas Blokir Amerika
Jakarta, CNBC Indonesia - China memperketat akses modal Amerika Serikat ke sektor teknologi strategis negaranya. Pemerintah Negeri Tirai Bambu dilaporkan mulai melarang perusahaan teknologi, menerima investasi dari AS tanpa izin resmi pemerintah.
Kebijakan tersebut dikeluarkan regulator China, termasuk National Development and Reform Commission (NDRC), yang meminta agar sejumlah perusahaan teknologi swasta menolak dana dari investor Amerika dalam putaran pendanaan. Persetujuan hanya bisa diberikan jika pemerintah secara eksplisit mengizinkan.
Sejumlah startup AI disebut sudah menerima arahan tersebut. Tidak hanya itu, pembatasan juga diarahkan kepada raksasa teknologi pemilik TikTok. Pemerintah China bahkan tidak ingin penjualan saham sekunder kepada investor AS dilakukan tanpa restu negara.
Langkah ini bertujuan membatasi masuknya kepemilikan asing ke teknologi yang dianggap sensitif dan berkaitan dengan keamanan nasional. Beijing sendiri ingin menutup celah bagi investor Amerika untuk mendapatkan akses ke teknologi strategis China, demikian dikutip dari Reuters, Senin (27/4/2026).
Kebijakan ini muncul setelah akuisisi besar-besaran perusahaan AI China oleh raksasa teknologi Barat pada 2025. Transaksi bernilai lebih dari US$2 miliar itu memicu penyelidikan terhadap investasi asing dan kekhawatiran bahwa teknologi canggih China bisa mengalir ke luar negeri.
Padahal selama bertahun-tahun, modal Amerika menjadi tulang punggung pertumbuhan sektor teknologi China. Investasi ventura, hubungan operasional perusahaan global, hingga dana pensiun AS berperan besar dalam pengembangan internet, kendaraan listrik, dan AI di negara tersebut.
Washington sebelumnya juga telah lebih dulu membatasi investasi AS ke perusahaan AI, semikonduktor, dan komputasi kuantum China dengan alasan keamanan nasional.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]