Roket Andalan Jeff Bezos Gagal Total, Dampaknya ke Mana-mana

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
24 April 2026 16:40
This photo provided by Blue Origin, Blue Origin's New Shepard rocket sits on a spaceport launch pad near Van Horn, Texas, Tuesday, July 20, 2021. The rocket that is scheduled to launch later this morning will carry passengers Jeff Bezos, founder of A
Foto: Roket New Shepard Blue Origin berada di landasan peluncuran pelabuhan antariksa dekat Van Horn, Texas, Selasa, 20 Juli 2021. (Blue Origin via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Roket andalan miliarder Jeff Bezos, New Glenn, mengalami masalah serius setelah misi terbarunya gagal menempatkan satelit ke orbit yang tepat. Dampaknya, otoritas penerbangan Amerika Serikat langsung menghentikan sementara operasional roket tersebut dan membuka investigasi menyeluruh.

Regulator penerbangan AS, FAA, mewajibkan investigasi atas misi ketiga roket New Glenn milik Blue Origin yang diluncurkan pada 19 April lalu. Peluncuran tersebut berujung pada hilangnya satelit BlueBird 7 milik AST SpaceMobile setelah dilepas pada ketinggian yang tidak sesuai.

Secara teknis, peluncuran awalnya berjalan mulus. Tahap pertama roket setinggi 98 meter itu bahkan berhasil kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Atlantik. Namun masalah muncul di tahap atas roket saat membawa satelit menuju orbit rendah Bumi.

Mengutip Space, CEO Blue Origin Dave Limp mengungkapkan salah satu dari dua mesin BE-3U tidak menghasilkan dorongan yang cukup pada fase pembakaran penting.

Akibatnya, satelit dilepaskan di ketinggian terlalu rendah sehingga tidak dapat mempertahankan operasional dan akhirnya harus dikeluarkan dari orbit.

Operator satelit, AST SpaceMobile, menyatakan BlueBird 7 sempat aktif setelah terpisah dari roket, tetapi ketinggian orbit yang terlalu rendah membuat satelit tidak bisa berfungsi. Kerugian satelit tersebut diperkirakan akan ditutup oleh asuransi perusahaan.

Insiden ini menjadi sorotan karena banyak misi penting bergantung pada keberhasilan New Glenn. Salah satunya adalah rencana peluncuran uji wahana pendarat bulan Blue Moon yang dijadwalkan akhir tahun ini sebagai bagian dari program Artemis NASA.

Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan tetap optimistis Blue Origin mampu mengatasi kemunduran tersebut. Ia menilai keberhasilan penggunaan ulang tahap pertama New Glenn menunjukkan kemajuan signifikan menuju misi bulan berawak.

Perusahaan memastikan akan segera kembali melakukan peluncuran setelah investigasi selesai. Perusahaan menegaskan pelajaran dari kegagalan ini akan digunakan untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sengit! Elon Musk dan Jeff Bezos Bertarung Bangun Pangkalan di Bulan


Most Popular
Features