Kirim Satelit 'Salah Alamat', Roket Jeff Bezos Bikin Malu

Redaksi,  CNBC Indonesia
20 April 2026 19:55
Roket New Glenn, Minggu (19/4/2026). (REUTERS/Joe Skipper). Satelit yang diantarkan New Glenn ke luar angkasa gagal beroperasi karena salah orbit.
Foto: Roket Blue Origin New Glenn lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, AS, Minggu (19/4/2026). (REUTERS/Joe Skipper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan roket milik Jeff Bezos, Blue Origin, mengirim satelit ke titik yang salah di orbit Bumi. Dampaknya, satelit tersebut tak bisa digunakan dan harus "dijatuhkan" hingga terbakar di atmosfer Bumi.

AST SpaceMobile pada minggu merilis pernyataan soal operasi peluncuran satelit BlueBird 7 milik mereka menggunakan roket New Glenn milik Blue Origin.

Menurut perusahaan, satelit BlueBird 7 ditempatkan di orbit yang lebih rendah dari rencana. Satelit sukses berpisah dari roket dan "dinyalakan." Namun, titik yang terlampau rendah membuat satelit tersebut tidak bisa beroperasi sehingga harus melalui proses "de-orbit."

Untungnya, semua biaya yang timbul akibat kegagalan tersebut telah diasuransikan. Perusahaan juga telah menyiapkan satelit BlueBird berikutnya yang bisa diluncurkan pada bulan depan.

AST SpaceMobile memiliki kontrak dengan beberapa perusahaan roket untuk meluncurkan sekitar 45 satelit hingga akhir 2026.

Di sisi lain, kegagalan BlueBird 7 mencapai orbit mencoreng reputasi Blue Origin, terutama ambisi mereka untuk bersaing dengan SpaceX untuk menyediakan roket yang bisa dipakai berulang kali. Peluncuran BlueBird adalah peluncuran roket New Glenn yang bisa dipakai ulang.

Apalagi, Blue Origin saat ini sedang berusaha untuk menjadi kontraktor peluncuran misi Artemis untuk NASA. NASA sedang mendorong Blue Origin dan SpaceX untuk membangun teknologi yang bisa menempatkan manusia di Bulan sebelum masa kepemimpinan Presiden AS Donald Trump, berakhir.

CEO Blue Origin Dave Limp bahkan menyatakan siap "memindahkan langit dan Bumi" demi mempercepat misi NASA ke Bulan.

Blue Origin telang mengembangkan roket New Glenn selama lebih dari 1 dekade. Peluncuran New Glenn dengan kargo komersial disebut menggambarkan kepercayaan diri perusahaan. Di sisi lain, SpaceX hanya mengirim kargo "tiruan" untuk menguji roket raksasa Starship mereka dalam beberapa tahun terakhir.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dari Satelit Sampai Fiber Optik, Bukti Telkom Perkuat Infrastruktur


Most Popular
Features