Lulusan Kedokteran dan Hukum Dibilang Hanya Buang-buang Waktu

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
17 April 2026 12:25
Ilustrasi Fakultas Kedokteran. (AFP/VALENTINE CHAPUIS)
Foto: (AFP/VALENTINE CHAPUIS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jurusan kedokteran dan hukum sering disebut sebagai sesuatu yang prestius. Selain itu, mereka perlu menghabiskan waktu yang lama di bangku kuliah hingga sampai ke dunia kerja.

Namun seorang ahli AI punya pandangan berbeda soal lulusan tersebut. Pendiri tim AI generatif pertama di Google, Jad Tarifi menyebut mereka hanya membuang-buang waktu saja.

Dengan perkembangan AI yang ada sekarang, lulusan PhD di bidang AI itu mengatakan teknologi tersebut akan mengejar ketertinggalan sebelum para mahasiswa jurusan tersebut akhirnya lulus. Hal ini membuat proses belajar mereka menjadi sia-sia.

"AI sendiri akan hilang saat Anda menyelesaikan gelar PhD. Bahkan hal-hal seperti penerapan AI pada robotika akan terpecahkan saat itu," kata Tarifi, dikutip dari Fortune, Jumat (17/4/2026).

Lamanya seseorang lulus dari jurusan tersebut akan membuat mereka memiliki pengetahuan yang ketinggalan zaman saat masuk ke dunia kerja.

Tarifi juga mengkritik mode pendidikan yang diadopsi sekarang. Metode yang digunakan masih mengandalkan hafalan, bukan menggunakan percepatan inovasi pada bidang AI.

"Keberhasilan di masa depan tidak akan datang dari mengumpulkan kredensial, melainkan dari mengembangkan perspektif yang unik, kesadaran emosional, dan hubungan antarmanusia yang kuat," ujar Tarifi.

Saran yang diberikan Tarifi merujuk pada keterampilan manusia agar tidak mudah ditiru AI. Misalnya kemampuan untuk berempati dan interpersonal, serta pengembangan diri secara emosional.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Banyak Pekerjaan Bakal Punah, Bapak AI Beri Pesan Menohok


Most Popular
Features