Elon Musk Umumkan Aplikasi Pengganti WhatsApp, Meluncur 17 April
Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk memperkenalkan sebuah aplikasi baru yang mirip dengan WhatsApp. Bernama XChat sebelumnya diperkenalkan sebagai fitur DM dalam aplikasi media sosial X.
Tahun lalu, XChat diluncurkan dalam versi beta yang diklaim lebih canggih dari DM. Termasuk menggunakan enkripsi dari ujung-ke-ujung yang diadopsi WhatsApp dalam platformnya.
Namun setahun berselang, Musk mengganti haluannya dan meluncurkan XChat dalam bentuk aplikasi yang berdiri sendiri. Dalam akun resmi XChat, pihak aplikasi mengatakan pra-pemesanan atau pre-order telah dibuka untuk pengguna iPhone dan iPad.
Mengutip Engadget, aplikasi ini juga didukung enkripsi dari ujung-ke-ujung. Selain itu terdapat sejumlah fitur layaknya platform pertukaran pesan singkat, seperti berkirim chat ataupun menelepon antar pengguna.
Pengguna juga dapat mengedit dan menghapus pesan yang dikirimkan. Fitur lain yang ada dalam aplikasi adalah memblokir tangkapan layar dan pesan menghilang dalam waktu tertentu.
XChat menyediakan fitur grup chat yang bisa menampung hingga 481 anggota. Pengguna dijanjikan bebas iklan dan tidak dilacak jika menggunakan aplikasi ini.
Peluncuran aplikasi ini terjadi setelah Musk menyindir WhatsApp pekan lalu. Orang terkaya di dunia itu menyebut anak usaha Meta tidak bisa dipercaya.
"WhatsApp tidak bisa dipercaya," unggah Musk yang juga membagikan laporan gugatan class action terbaru untuk platform terkait enkripsi dari ujung-ke-ujung disebut bohong.
WhatsApp langsung menanggapi postingan itu. Melalui akun X resminya, pihak aplikasi menyebut tuduhan salah dan tidak masuk akal.
"WhatsApp menggunakan enkripsi dari ujung-ke-ujung dengan protokol Signal selama satu dekade, jadi pesan tidak bisa dibaca siapa pun selain pengirim dan penerima," ucap WhatsApp.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]