Sudah Habis Rp 244 Triliun, Hasilnya Baru Kelihatan Setelah 9 Bulan

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
09 April 2026 18:40
Mark Zuckerberg baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40 pada 14 Mei. CEO dan pendiri Meta membagikan momen pesta ulang tahunnya di akun Instagram pribadinya. Pesta bertema nostalgia itu disiapkan oleh istrinya, Priscilla Chan. (Instagram @zuck)
Foto: Mark Zuckerberg baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40 pada 14 Mei. CEO dan pendiri Meta membagikan momen pesta ulang tahunnya di akun Instagram pribadinya. Pesta bertema nostalgia itu disiapkan oleh istrinya, Priscilla Chan. (Instagram @zuck)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meta menghabiskan US$14,3 miliar atau Rp 244 triliun untuk pengembangan AI di dalam perusahaan. Hasilnya sebuah model AI utama pertamanya bernama Avocado yang berasal dari seri Muse.

"Selama sembilan bulan terakhir, Meta Superintelligence Labs membangun tumpukan AI kami kembali dari awal, bergerak dengan lebih cepat dari siklus pengembangan apapun yang pernah dijalankan sebelumnya," kata Meta, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (9/4/2026).

Meta menambahkan model awal didesain kecil dan cepat. Namun bisa melakukan penalaran pada pertanyaan kompleks.

"Ini merupakan fondasi yang kuat dan generasi berikutnya tengah dikembangkan," perusahaan menambahkan.

Seri Muse Spark tidak disebut sebagai model kelas atas. Namun, Meta menyebut keunggulan pada efisiensi dan kinerja kompetitif untuk berbagai tugas.

Uang Rp 244 triliun bagian dari investasi pada startup ScaleAI yang dimiliki Alexandr Wang. Pria 29 tahun itu kemudian bergabung dengan unit Meta Superintelligence Labs yang membuat Avocado.

Meta memang sangat berambisi mengembangkan AI sendiri di tengah persaingan sengit dengan perusahaan lain seperti Anthropic dan Google. Sayangnya model open source perusahaan sempat mengecewakan saat meluncur April lalu.

CNBC Internasional melaporkan peluncuran gagak memikat pengembang. Ini juga yang membuat CEO Meta Mark Zuckerberg mengubah strategi AI perusahaannya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkom Ungkap Tantangan di Balik Adopsi AI


Most Popular
Features