Astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover dan Christina Koch serta astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen menyapa orang-orang sebelum menaiki van astronot untuk perjalanan mereka ke landasan peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, AS, (1/4/2026). (REUTERS/Joe Skipper)
Misi membawa empat astronot menuju luar angkasa dan mengangkut imajinasi para penonton ke masa depan di mana Amerika mungkin akan kembali menginjakkan kaki di bulan. (REUTERS/Joe Skipper)
Seperti yang terjadi pada masa kejayaan program Apollo, yang pertama kali menempatkan manusia di permukaan bulan, para penonton berdesakan di pantai-pantai di sepanjang Space Coast Florida Tengah. (REUTERS/Marco Bello)
Tampilan layar monitor menunjukkan SLS (Space Launch System) terbang ke arah timur, melintasi Samudra Atlantik, dalam perjalanan yang akan mengelilingi bulan tetapi tidak mendarat di sana. (REUTERS/David Dee Delgado)
Penerbangan dengan pesawat ruang angkasa bernama Integrity membawa Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dalam perjalanan pulang pergi yang diperkirakan lebih dari 695.000 mil atau sekitar 1.118.494 kilometer untuk membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut, dan akhirnya pendaratan baru di bulan. (REUTERS/Joe Skipper)
Misi yang dikenal sebagai Artemis II ini merupakan misi setara Apollo 8 di abad ke-21, ketika para astronot NASA Frank Borman, James Lovell, dan William Anders menarik perhatian dunia. (REUTERS/Joe Skipper)
Saat diluncurkan pada Desember 1968, itu adalah pertama kalinya para astronot menaiki roket Saturn V milik NASA yang perkasa. (REUTERS/Jon Nazca)