HP yang Dulu Laris Bakal Susah Dicari, Harus Ganti Tipe Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis memori akibat AI diprediksi berdampak pada kapasitas penyimpanan ponsel 128GB. Kemungkinan smartphone akan mengalami peningkatan kapasitas penyimpanan sepanjang tahun ini.
Laporan Trendforce mengatakan kapasitas penyimpanan rata-rata smartphone akan meningkat 4,8% pada 2026. Produksi model berkapasitas rendah kemungkinan akan dihentikan.
"Pertumbuhan didorong penghentian produksi model berkapasitas rendah, seiring peningkatan proses produsen NAND dan meningkatnya permintaan AI pada smartphone unggulan dari merek terkemuka," kata Trendforce, dikutip dari Android Authority, Jumat (27/3/2026).
Laporan yang sama mencatat beberapa merek ponsel kelas atas seperti Huawei dan Apple telah meningkatkan kapasitas penyimpanan. Ini terjadi saat produsen juga memperluas kemampuan masing-masing AI lokal.
Model AI lokal, Trendforce mencatat membutuhkan penyimpanan sebesar 40-60 GB untuk pemrosesan.
Apple telah menerapkannya pada iPhone 17 dengan penyimpanan dasar 256GB, Huawei Mate 80 mempromosikan penyimpanan 512GB. Galaxy S26 juga mengadopsi penyimpanan 256GB setelah sebelumnya menawarkan 128GB sebagai opsi termurah.
Hal serupa juga terjadi pada ponsel dengan harga murah. Kemungkinan produsen akan menghentikan atau mengurangi model berkapasitas rendah dan berfokus pada penyimpanan 128GB atau 256GB.
Trendforce menyebutkan khusus untuk ponsel Android akan didominasi dengan standar baru 256GB. Sementara kapasiats 128GB perlahan menghilang.
"Seiring dengan matangnya ekosistem aplikasi AI, kapasitas penyimpanan 128GB kemungkinan akan menghilang bertahap dari smartphone Android pada akhir 2026, 256GB muncul sebagai standar baru," jelas Trendforce.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]