Duar Senjata Burung Ababil Iran Terbang, Ini Kecanggihan Rudal Sejjil
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran meluncurkan rudal balistik Sejjil untuk pertama kalinya dalam serangan balasan atas aksi pengeboman Amerika Serikat dan Israel ke Negeri Persia tersebut.
Peluncuran Sejjil adalah bagian dari gelombang serangan ke-54 dalam "Operasi Janji Sejati" ke aset milik Israel dan AS di Timur Tengah.
Garda Revolusi Iran mengumumkan penggunaan rudal yang sering disebut sebagai "Senjata Burung Ababil" tersebut dalam pernyataan yang dikutip oleh Mehr.
Serangan gelombang ke-54 menargetkan pusat komando udara, pabrik militer, dan pasukan Israel.
Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah yang punya jangkauan hingga 2.000 kilometer. Panjang rudal adalah sekitar 18 meter dengan diameter 1,25 meter, berat 23 ton, dan kapasitas peledak antara 500 hingga 1.000 kilogram.
Senjata yang dijuluki sebagai "rudal menari" karena mampu bergerak lincah di ketinggian untuk menghindari sistem anti-rudal seperti Iron Dome. Dengan bahan bakar padat, Sejjil juga bisa disiapkan dan diluncurkan jauh lebih cepat dibanding rudal Shahab yang menggunakan sistem bahan bakar cair.
Menurut CSIS, Iran mulai merancang Sejjil pada awal 1990-an kemudian melakukan peluncuran perdana pada 2008. Saat itu, Sejjil baru bisa menempuh jarak 800 kilometer. Pada Mei 2009, Iran dikabarkan telah mengembangkan kemampuan navigasi Sejjil.
Sejak 2009, Iran empat kali meluncurkan Sejjil dalam uji penerbangan. Uji terbang terakhir, Sejjil dikabarkan mampu menempuh jarak 1.900 kilometer melintas Samudra Hindia.
Sejjil adalah rudal dua tahap, yang berarti menggunakan dua sistem roket saat meluncur ke udara dan saat terbang menuju sasaran. Oleh karena itu, pengamat menilai teknologi Sejjil bisa dikembangkan menjadi rudal antar benua yang dikenal sebagai ICBM.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]