Sekutu AS Buka-bukaan Data, Senjata Pembunuh Baru Mengerikan
Jakarta, CNBC Indonesia - Negara sekutu Ukraina diperbolehkan mengakses data perang milik negara tersebut. Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov mengumumkan pihaknya baru saja membuka akses data ke medan perang untuk negara-negara kawan.
Cara ini dilakukan agar para sekutu bisa melatih software AI dalam menjalankan senjata drone canggih yang lebih mumpuni. Sebuah platform telah disiapkan untuk melatih model AI dengan aman tanpa memberikan data sensitif.
Di dalamnya akan ada kumpulan data yang akan terus diperbarui. Termasuk sejumlah besar foto dan rekaman video.
"Ukraina memiliki serangkaian data medan perang unik yang tidak tertandingi di tempat lain di dunia. Termasuk jutaan gambar beranotasi yang dikumpulkan dalam puluhan ribu penerbangan tempur," jelasnya dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).
Sekutu Ukraina dan sejumlah perusahaan asing diketahui meminta akses pada kumpulan data negara itu. Alasannya penting untuk melatih model untuk mengenali pola, bentuk dan perilaku manusia serta mesin di tengah medan perang.
Sementara itu, Fedorov menjelaskan Ukraina akan mendapatkan manfaat dari percepatan pengembangan model AI yang digunakan dalam perang dengan Rusia.
Dia memastikan Ukraina siap bekerja sama dengan mitra dalam rangka mengembangkan teknologi tersebut. Ukraina juga berkeinginan untuk meningkatkan peranan sistem otonom di medan perang.
"Kami siap bekerja sama dengan mitra untuk melakukan analisa bersama, pelatihan model, dan membuat solusi teknologi baru," kata Fedorov.
Fedorov juga sempat mengungkapkan rencananya terkait perombakan pada Januari lalu saat diangkat. Dia mengatakan akan melakukan perombakan berbasis data pada kementerian pertahanan Ukraina.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]