Warga Amerika Ramai-Ramai Pasang Taruhan Bom Nuklir Meledak Tahun Ini

dem,  CNBC Indonesia
06 March 2026 19:50
Pengunjung melihat model bom udara termonuklir Soviet AN-602 yang juga dikenal sebagai Bom Tsar, senjata nuklir terkuat yang pernah dibuat dan diuji, saat mereka mengunjungi paviliun Atom, pusat pameran permanen yang dirancang untuk menunjukkan pencapaian utama Rusia di masa lalu dan masa kini dalam industri tenaga nuklir, di Pusat Pameran Seluruh Rusia (VDNH) di Moskow pada tanggal 4 November 2023. (Photo by TATYANA MAKEYEVA / AFP/File Foto)
Foto: Pengunjung melihat model bom udara termonuklir Soviet AN-602 yang juga dikenal sebagai Bom Tsar, senjata nuklir terkuat yang pernah dibuat dan diuji, saat mereka mengunjungi paviliun Atom, pusat pameran permanen yang dirancang untuk menunjukkan pencapaian utama Rusia di masa lalu dan masa kini dalam industri tenaga nuklir, di Pusat Pameran Seluruh Rusia (VDNH) di Moskow pada tanggal 4 November 2023. (AFP/TATYANA MAKEYEVA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Amerika Serikat ramai-ramai pasang taruhan memprediksi bom nuklir meledak sebelum 2027. Uang yang dipertaruhkan bahkan sudah melampaui US $ 830.000 atau sekitar Rp 14 miliar.

Taruhan tersebut dilakukan lewat platform "pasar prediksi" berbasis kripto, Polymarket. The Wall Street Journal melaporkan bahwa popularitas pasar prediksi ledakan nuklir melonjak setelah Amerika Serikat mengebom Iran.

Pasar prediksi "ledakan nuklir" sudah ada di Polymarket sejak November tahun lalu. Saat itu, menurut Futurism, akun resmi Polymarket di media sosial X bahkan mempromosikannya dan menyebut ada peluang 22 persen nuklir meledak pada tahun ini.

Minat pengguna atas taruhan tersebut tiba-tiba melonjak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan pengemboman di Iran. Amerika Serikat bersama Israel membombardir Iran sejak akhir pekan lalu. Serangan kedua negara tersebut membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebelum serangan AS ke Iran, nilai taruhan "ledakan nuklir" pada 2027 hanya US$ 10.000 atau Rp 169 juta. Pada Selasa, volume perdagangan harian sudah melampaui US$ 244.000 atau Rp 4,14 miliar sehingga total uang yang dipertaruhkan mencapai US$ 830.000.

Namun, kini Polymarket diam-diam sudah menghapus pasar taruhan tersebut di platformnya. Langkah penghapusan ini unik karena platform tersebut biasanya membiarkan taruhan kontroversial meski banyak diterpa kritik.

Sebanyak 6 akun di Polymarket berhasil meraup US$ 1,2 juta (Rp 27 miliar) dengan bertaruh waktu serangan militer Amerika Serikat ke Iran. Anehnya, semua akun tersebut baru memasang taruhan beberapa jam sebelum AS mengebom Iran.

Menurut Bloomberg, enam akun tersebut baru dibuat pada Februari. Satu-satunya aktivitas mereka di Polymarket adalah bertaruh Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menyerang Iran.

Aktivitas taruhan serupa di juga terjadi saat Trump menculik Nicolas Maduro dari Venezuela.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Tiktok di Amerika Serikat Resmi Diakuisisi!


Most Popular
Features