Jalan Santai Tertimpa Bekas Roket, Ancam Semua Warga Bumi
Jakarta, CNBC Indonesia - Orbit Bumi kini makin dipenuhi oleh benda buatan manusia. Selain satelit yang masih beroperasi, ruang angkasa di sekitar Bumi juga dipenuhi oleh sampah luar angkasa yang berasal dari sisa peluncuran dan satelit yang sudah tidak beroperasi.
IFL Science menyatakan jumlah sampah luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir makin menumpuk akibat ambisi dua orang terkaya dunia membangun jaringan internet satelit yaitu SpaceX milik Elon Musk dengan Starlink dan Amazon milik Jeff Bezos dengan Kuiper.
Jumlah satelit yang diluncurkan pun melonjak. Pada 1996, hanya ada 77 peluncuran objek ke luar angkasa. Pada 2025, 4.000 objek diterbangkan ke luar atmosfer. Saat ini, ada lebih dari 18.000 satelit di orbit Bumi yang setengahnya adalah satelit Starlink.
Lonjakan jumlah peluncuran tentunya meningkatkan risiko sampah luar angkasa jatuh ke Bumi. Bagian besar dari roket SpaceX pernah jatuh menimpa lahan pertanian di Kanada. Serpihan Starship yang meledak dalam uji coba peluncuran dari Florida, Amerika Serikat ditemukan di Karibia.
Uniknya dari sekian banyak peluncuran dan peristiwa jatuhnya sampah luar angkasa ke Bumi, hanya satu orang yang pernah tertimpa "bekas roket."
Menurut Guinness World Records, satu-satunya peristiwa manusia tertimpa sampah luar angkasa terjadi pada 22 Januari 1997, di Tulsa, Oklahoma. Seorang perempuan bernama Lottie Williams yang sedang berjalan-jalan di taman merasakan sebuah benda mengenai bahunya, kemudian jatuh ke rumput.
Benda hitam tersebut terbuat dari fiberglass dengan panjang 12,7 cm dan berat setara kaleng minuman kosong. Meskipun jatuh dengan kecepatan tinggi dari luar angkasa, saat menimpa Williams laju objek tersebut dilaporkan telah melambat signifikan.
Peristiwa tersebut sempat membuat Williams takut, meskipun tetap penasaran. Ia kemudian mengambil benda it dari rumput dan membawanya ke perpustakaan lokal. Petugas di sana menyarankan untuk membawanya ke Tulsa University. Klub astronomi di universitas tersebut kemudian menghubungi CORD yaitu Pusat Kajian Sampah Luar Angkasa yang mengkonfirmasi benda tersebut sebagai sisa roket.
Objek yang menimpa Williams diidentifikasi sebagai bagian dari roket Delta II. Selain serpihan yang menimpa Williams, tangki cairan roket seberat 250 kilogram juga ditemukan menghantam Bumi di Texas.
Delta II diluncurkan pada 24 April 1996. Artinya, bekas roket tersebut sudah "melayang" di orbit selama berbulan-bulan dan terbakar sebagian di atmosfer.
Potensi kejadian serupa masih terbuka lebar meskipun mayoritas peluncuran roket kini sudah memperhitungkan lokasi dan waktu jatuhnya sisa roket ke Bumi, termasuk dengan memastikan seluruh bagian terbakar di atmosfer.
Penelitian terbaru yang mengambil data antara 1992-2022 memperkirakan dari 1.500 roket yang sudah keluar orbit, 70 persen lepas tidak terkontrol. Dengan menggunakan model populasi, para peneliti memperkirakan ada 10 persen peluang seseorang tertimpa oleh sampah luar angkasa pada 2032.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]