Duit Rp 173 Miliar Kabur Sebelum Iran Dibom Amerika dan Israel
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu gejolak di pasar aset digital. Dalam hitungan jam setelah serangan dimulai pada Sabtu (28/2), dana kripto senilai sekitar US$10,3 juta atau setara Rp 173 miliar tercatat keluar dari sejumlah bursa kripto Iran.
Data perusahaan analitik blockchain Chainalysis menunjukkan lonjakan arus keluar lebih dari US$2 juta hanya dalam satu jam pertama setelah laporan serangan muncul sekitar pukul 06.15 GMT. Lonjakan ini menandai respons cepat pelaku pasar terhadap konflik geopolitik.
Peneliti dari Elliptic juga menemukan pola serupa di Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran. Arus keluar di platform tersebut memuncak hingga US$2,89 juta antara pukul 11.00-12.00 GMT, sekitar delapan kali lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya.
Meski demikian, para analis belum dapat memastikan siapa yang memindahkan dana dan apa tujuan pastinya. Chainalysis menyebut sebagian arus dana kemungkinan berasal dari warga Iran yang berupaya mengamankan aset di tengah risiko yang meningkat.
"Sebagian lainnya bisa jadi merupakan bursa yang mengatur ulang likuiditas atau berupaya mengurangi jejak operasional mereka di blockchain, atau aktor yang berafiliasi dengan negara yang memanfaatkan platform arus utama untuk mentransfer dana," kata Chainalysis, dikutip dari Reuters, Kamis (5/3/2026).
Elliptic menilai sebagian dana diduga mengalir ke bursa kripto luar negeri, yang berpotensi mencerminkan pelarian modal dari Iran.
Namun, perusahaan riset AS TRM berpendapat bahwa lonjakan tersebut lebih menunjukkan aktivitas di bawah tekanan ketimbang pelarian modal berskala besar.
Fenomena ini menegaskan semakin sentralnya peran kripto dalam sistem keuangan Iran, terutama saat terjadi guncangan geopolitik. Sepanjang 2025, volume transaksi kripto di negara tersebut diperkirakan mencapai US$8-11 miliar, mencerminkan penggunaan yang meluas baik oleh investor ritel maupun pihak yang diduga berafiliasi dengan negara.
Meski kontribusinya terhadap sistem keuangan global masih relatif kecil, International Monetary Fund memproyeksikan kripto akan terus meningkat, khususnya di negara berkembang dengan mata uang yang lemah.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]