Temuan Sistem Planet Terbalik Ubah Pandangan Manusia Soal Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak lama, kita mengetahui sistem planet batuan kemudian gas yang banyak ditemui di Galaksi Bima Sakti termasuk tata surya tempat Bumi berada. Sistem ini terdiri dari bagian dalam berbatu yang Merkurius hingga Mars dan sisa planet luar berupa gas.
Namun temuan dari tim peneliti yang dipimpin Thomas Wilson dari Universitas Warwick mengubah perspektif itu. Menggunakan teleskop dari Badan Antariksa Eropa (ESA), mereka menemukan sistem planet terbalik saat mengamati sebuah bintang bernama LHS 1903.
Planet yang berada di sekitar LHS 1903 memiliki sistem yang sama. Planet paling dekat dengan bintang tersebut berbatu, kemudian terdapat dua planet gas.
Saat dilakukan pengamatan lebih lanjut, mereka menemukan planet keempat di tepi luar sistem. Ternyata planet itu terdiri dari batuan bukan gas.
"Gangguan aneh ini jadi sistem unik yang terbalik. Planet berbatu biasanya tidak berbentuk jauh dari bintang induknya, di bagian luar planet gas," jelas Wilson dikutip dari Phys, Rabu (4/3/2026).
Dari hasil penelitiannya, tim peneliti menemukan bukti keempat planet pertama tidak berbentuk dalam waktu bersamaan. Planet terbentuk satu demi satu dalam proses pembentukan dari dalam ke luar.
Dengan begitu tiap planet berevolusi secara berurutan, membuat planet yang lebih jauh menunggu dan dapat berevolusi pada lingkungan yang berbeda. Menurut Wilson, planet terakhir terbentuk saat sistem planet telah kehabisan gas.
"Saat planet terakhir terbentuk, sistem mungkin sudah kehabisan gas, yang dianggap vital untuk pembentukan planet. Namun di sini ada sebuah dunia berbatu kecil yang menentang dugaan," jelasnya.
Menurut peneliti di ESA, Isabel Rebollido, perlu melakukan peninjauan teori pembentukan planet lagi. Sebab teori-teori tersebut berdasarkan yang diketahui melalui tata surya kita.
"Teori pembentukan planet secara historis didasarkan pada apa yang dilihat dan diketahui mengenai tata surya kita. Karena kita semakin sering melihat sistem eksoplanet yang berbeda, kita mulai meninjau kembali teori-teori ini," dia menjelaskan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]