Wanita Masa Lalu Lebih Suka Kawin Campur Dibanding Pria

Redaksi,  CNBC Indonesia
28 February 2026 03:15
Ilustrasi Manusia Purba. (Dok. University of Rochester illustration/Michael Osadciw)
Foto: Ilustrasi Manusia Purba. (Dok. University of Rochester illustration/Michael Osadciw)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti menemukan fakta baru soal perkawinan silang antara manusia modern atau Homo sapien dengan Neanderthal. Manusia perempuan ternyata lebih sering kawin campur dengan Neanderthal dibanding pria.

Perkawinan campur antara nenek moyang manusia dan Neanderthal terjadi puluhan ribu tahun yang lalu, ketika kedua spesies hidup bersama di satu habitat.

Tidak seperti manusia modern yang berevolusi di wilayah Afrika, Neanderthal adalah spesies homonin yang berevolusi di wilayah Eropa dan Asia sebelum akhirnya punah.

Dalam sebuah penelitian genetik, ilmuwan menemukan fakta baru soal percampuran antara kedua spesies. Pasangan manusia perempuan dengan Neanderthal ternyata jauh lebih banyak dibanding pasangan manusia laki-laki dengan Neanderthal.

Studi yang diterbitkan di jurnal Science menyatakan bahwa "tiap Neanderthal dan manusia modern kawin campur, ada preferensi Neanderthal pria dan manusia perempuan, tidak sebaliknya," kata Alexander Platt dari University of Pennsylvania sebagai salah satu penulis hasil penelitian.

Kesimpulan ini didasari oleh studi atas DNA Neanderthal yang ditemukan di manusia modern di luar wilayah Afrika Sub-Sahara. DNA Neanderthal tidak tersebar merata di seluruh genomik manusia.

DNA Neanderthal sangat jarang ditemukan di kromosom X manusia modern. Fenomena ini membuat kromosom X disebut sebagai "padang pasir Neanderthal."

"Selama bertahun-tahun, kita menduga 'padang pasir' ini ada karena sebagian gen Neanderthal 'beracun' untuk manusia, seperti yang sering terjadi ketika spesies bercampur. Kami kira gen itu menyebabkan masalah kesehatan yang akhirnya punah dalam proses seleksi alam," kata Platt.

Penelitian menganalisis DNA manusia modern yang terawetkan di tiga fosil Neanderthal yaitu  Altai, Chagyrskaya dan Vindija. Hasil analisis itu kemudian dibandingkan dengan data genetik dari manusia dari wilayah Afrika Sub-Sahara.

Ternyata, fenomena yang berkebalikan terjadi pada Neanderthal. Kehadiran DNA manusia modern di kromosom X Neanderthal 62 persen lebih banyak dibanding kemunculannya di kromosom lain. 

Perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Jika Neanderthal pria lebih banyak kawin campur dengan manusia wanita, jumlah kromosom X Neanderthal yang akan muncul di gen manusia makin sedikit. Sebaliknya, makin banyak kromosom X manusia ditemukan di populasi Neanderthal.

"Penjelasan sederhananya, ada preferensi dalam memilih pasangan," kata Platt.

Platt menyatakan temuan ini tidak berarti laki-laki Neanderthal tampak menarik buat Homo sapien perempuan.

"Bisa saja semua orang melihat bahwa kawin antarspesies menjijikan, atau justru menarik. Namun, sepertinya salah satu jenis perkawinan dipandang lebih baik, atau lebih buruk dibanding yang lain," katanya.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Lokasi Manusia Kawin Campur dengan Spesies Lain Diungkap Peneliti


Most Popular
Features