Asal-usul Kemunculan Islam Menurut Sains, Peneliti Ungkap Faktanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Masuknya Islam dan dominasi agama itu di Arab terjadi pada abad ke-6. Ini semua terjadi karena lingkungan kekeringan ekstrem saat itu, ditambah gejolak politik dan perang.
Temuan tersebut berasal dari analisa Dominik Fleitmann dan tim penelitinya pada lapisan stalagmit di Gua Al Hoota Oman. Sebagai informasi, stalagmit merupakan gundukan endapan mineral yang tumbuh ke atas, berasal dari tetesan air hujan yang jatuh terus menerus ke lantai gua.
Dari hasil analisa ditemukan periode kekeringan yang sangat parah selama beberapa dekade. Tim peneliti menemukan batuan yang tumbuh lebih kecil dibandingkan batuan dengan tingkat tetesan air yang lebih tinggi.
"Dengan mata telanjang pun, Anda bisa melihat stalagmit bahwa ada periode kekeringan selama beberapa dekade," jelasnya, dikutip dari laporan ZME Science, Rabu (25/2/2026).
Untuk penelitian lebih lanjut, mereka melakukan rekonstruksi iklim dari wilayah tersebut. Sebab para peneliti hanya bisa melakukan penetapan periode kekeringan yang sangat pendek, hanya sekitar 30 tahun.
Mereka melakukan penyisiran sumber-sumber sejarah dan bekerja sama dengan sejarawan dan arkeolog, termasuk melalui dokumen sejarah. Dengan cara itu, diharapkan dapat mempersempit periode kekeringan ekstrem kala itu.
Dari penelitian tersebut juga ditemukan fakta soal kerajaan Himyar di Arab Selatan. Kerjaan itu merupakan salah satu pemain utama, dengan menganut paganisme dan beralih k satu dewa.
Namun di saat perkembangan Islam, kerajaan itu dilanda kekeringan. Kondisi ini yang memicu kekacauan dan jadi jalan masuk agama Islam.
"Menurut kami, kekeringan semacam itu melemahkan katahanan Himyar dan berkontribusi pada perubahan sosial yang melahirkan Islam," kata para peneliti.
Sementara Fleitmann mengatakan saat kekeringan dan masalah lain melanda, penduduk kerjaaan mengalami kesulitan besar. Saat itu, Islam menawarkan sesuatu yang baru dan menyatukan kembali semua masyarakat.
"Penduduk mengalami kesulitan besar karena kelaparan dan perang. Artinya Islam menemukan lahan yang subur: orang-orang mencari harapan baru, sesuatu yang menyatukan kembali orang-orang sebagai masyarakat. Agama baru ini menawarkannya," dia menjelaskan.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]