RI-AS Deal, Pabrik Semikonduktor Rp 82 Triliun Dibangun di Batam

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
19 February 2026 17:25
Ilustrasi Chip (Dok: Freepik)
Foto: Ilustrasi Chip (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menggandeng perusahaan Amerika Serikat untuk mengembangkan industri semikonduktor di Batam dengan nilai investasi awal mencapai US$4,9 miliar atau sekitar Rp82 triliun.

Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rangkaian kerja sama Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam.

Presiden RI Prabowo Subianto turut menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian yang berlangsung di kantor US Chamber of Commerce.

Penandatanganan dilakukan antara PT Galang Bumi Industri selaku pengelola PSN Wiraraja GESEIP dengan sejumlah mitra strategis asal AS, termasuk Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation. Joint Development Agreement tersebut resmi diteken pada 18 Februari 2026.

Direktur Utama PT Galang Bumi Industri Ahmad Maruf Maulana mengatakan kerja sama ini menjadi langkah konkret hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di Indonesia.

"Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP ini mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Melalui Tynergy Group of Companies, pengembangan hilirisasi akan mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia.

Pada tahap awal, investasi yang digelontorkan mencapai US$4,9 miliar. Jika fase awal berjalan sukses, tambahan investasi sebesar US$26,7 miliar akan direalisasikan untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing hingga fabrikasi, sehingga membentuk rantai produksi semikonduktor terintegrasi di dalam negeri.

Selain investasi industri, kerja sama juga mencakup pembangunan infrastruktur manufaktur di Galang, pengembangan proyek energi terbarukan, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta riset dan pengembangan teknologi mutakhir.

Tynergy Technology Corporation menargetkan investasi awal hingga US$250 juta untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang dengan proyeksi penciptaan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil.

Untuk mendukung kebutuhan energi kawasan industri, Tynergy Group akan membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion dengan kapasitas hingga 150 MW.

Dalam aspek transfer teknologi, Tynergy Technology Corporation USA juga menjalin kerja sama pengembangan antara dua zona ekonomi bebas, yakni PSN Wiraraja GESEIP di Galang dan Solanna Akimel 7 Technopark di kawasan metropolitan Phoenix, Arizona. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional antara kedua kawasan.

Kolaborasi ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan, sekaligus mendukung pengembangan pusat data berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan transisi energi berkelanjutan.

Presiden menyambut baik penandatanganan perjanjian tersebut sebagai wujud konkret diplomasi ekonomi dan penguatan kemitraan strategis Indonesia-Amerika Serikat.

Investasi besar di sektor hilirisasi dan energi hijau ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Gagal Total, China Ternyata Lebih Pintar


Most Popular
Features