Roket Bocor NASA Bikin Amerika Batal Kembali ke Bulan Mengejar China

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
04 February 2026 20:20
Roket Space Launch System (SLS), dengan kapsul awak Orion, berdiri di kompleks peluncuran 39B saat persiapan terus berlanjut untuk misi Artemis 2 ke Bulan di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS, 18 Januari 2026. (REUTERS/Steve Nesius)
Foto: Roket Space Launch System (SLS), dengan kapsul awak Orion, berdiri di kompleks peluncuran 39B saat persiapan terus berlanjut untuk misi Artemis 2 ke Bulan di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS, 18 Januari 2026. (REUTERS/Steve Nesius)

Jakarta, CNBC Indonesia - NASA menunda peluncuran misi Artemis 2 setelah uji coba pengisian bahan bakar roket Space Launch System (SLS) dihentikan lebih awal akibat kebocoran hidrogen.

Penundaan ini diperkirakan membuat misi penerbangan astronaut mengelilingi Bulan mundur setidaknya satu bulan dari jadwal awal.

Uji coba yang dikenal sebagai wet dress rehearsal dimulai pada Sabtu malam (31/1) dan berlangsung hingga Selasa dini hari. Pengujian ini merupakan simulasi penuh proses hitung mundur peluncuran, termasuk pengisian lebih dari 700.000 galon hidrogen cair dan oksigen cair ke dalam roket.

Masalah muncul saat proses pengisian bahan bakar berlangsung pada Senin (2/2). Tim teknis mendeteksi kebocoran hidrogen pada sambungan cepat umbilical di bagian bawah roket di landasan peluncuran. Kebocoran tersebut membuat teknisi melakukan perbaikan selama berjam-jam.

Kondisi ini mengulang masalah serupa yang terjadi pada Artemis 1 tiga tahun lalu. Saat itu, kebocoran hidrogen di lokasi yang sama menyebabkan roket harus ditarik kembali ke Vehicle Assembly Building (VAB) sebanyak tiga kali sebelum akhirnya berhasil diluncurkan pada November 2022.

Meski demikian, NASA menyebut uji coba Artemis 2 kali ini berjalan lebih baik dibandingkan Artemis 1. Tim misi berhasil mengisi penuh kedua tahap roket dan membawa simulasi hingga fase akhir hitung mundur.

Namun, uji coba tetap dihentikan pada T-5 menit 15 detik setelah terjadi lonjakan kebocoran hidrogen, sehingga tes dinyatakan gagal mencapai tahap yang dipersyaratkan untuk peluncuran berawak.

Mengutip Space.com, Artemis 2 merupakan misi berawak pertama dalam program Artemis. Empat astronaut, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, dijadwalkan menjalani misi 10 hari mengitari sisi jauh Bulan menggunakan wahana Orion.

Misi ini menjadi tahap penting sebelum NASA melaksanakan Artemis 3, yang ditargetkan mendaratkan astronaut kembali ke permukaan Bulan.

NASA menilai uji coba ini tetap memberikan banyak data penting. Namun, badan antariksa tersebut memutuskan untuk melewatkan peluang peluncuran Artemis 2 pada Februari dan menargetkan peluncuran berikutnya pada Maret.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Astronaut NASA Mau Terbang ke Bulan Tak Digaji


Most Popular
Features