Siap-siap WhatsApp dan Instagram Bakal Berbayar, Ini Penjelasannya

Redaksi,  CNBC Indonesia
27 January 2026 16:10
FILE PHOTO: A 3D printed Whatsapp logo is seen in front of a displayed Whatsapp logo in this illustration September 14, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo
Foto: Logo Whatsapp (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp dan Instagram selama ini dikenal sebagai aplikasi populer yang tidak berbayar alias gratis. Namun, Meta Platforms yang merupakan perusahaan induk kedua aplikasi tersebut berencana membuat gebrakan baru.

Meta Platforms dilaporkan akan menguji coba model berbayar (subscription) di semua portofolio aplikasinya, termasuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp, dalam beberapa bulan ke depan, menurut laporan dari TechCrunch, dikutip dari CNBC International, Selasa (27/1/2026).

Laporan itu kemudian dikonfirmasi juru bicara Meta. Ia mengatakan model berlangganan diharapkan bisa menggenjot produktivitas dan kreativitas. Pasalnya, pelanggan berbayar akan mendapat akses ke lebih banyak fitur dan kemampuan AI yang lebih luas.

Baru-baru ini, Meta mengakuisisi rangkaian tool AI-Agen di bawah Manus. AI-agen tersebut akan ditingkatkan skalanya sebagai bagian dari 'benefit' bagi pelanggan berbayar.

Sebagai informasi, Manus yang digadang-gadang sebagai 'the next DeepSeek' merupakan pengembang agen AI asal China yang bermarkas di Singapura. Meta mengakuisisi Manus pada Desember lalu dengan nilai kesepakatan yang dilaporkan menembus US$2 miliar.

Dengan model berlangganan, Meta bisa lebih cepat meraup hasil dari investasi jumbonya untuk mengembangkan AI, mulai dari membajak talenta AI hingga mengakuisisi startup-startup yang bergerak di sektor AI.

Meta sendiri telah mengembangkan model bahasa besar (LLM) di bawah naungan Llama. Namun, model-model tersebut bersifat open-source alias gratis. Model gratis ini berbeda dengan paket berbayar dari pesaing Meta seperti OpenAI, Google, dan Anthropic.

Fitur lain yang ditawarkan sebagai bagian dari paket berbayar Meta dapat mencakup akses penuh ke pengalaman video pendek berbasis AI, Vibes, yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit ulang video yang dihasilkan AI.

Meskipun Vibes telah gratis sejak diluncurkan pada 2025 lalu, model berlangganan baru akan memberikan akses gratis ke versi dasarnya, dengan opsi untuk membayar fitur tambahan.

Model berlangganan ini akan terpisah dari Meta Verified, produk berbayar yang diluncurkan Meta pada 2023. Meta Verified memberikan lencana terverifikasi kepada kreator konten dan bisnis, dukungan langsung 24/7, perlindungan terhadap peniruan identitas, optimasi mesin pencari, dan banyak lagi.

Meta mengatakan pada TechCrunch bahwa perusahaan akan mendengarkan masukan dari pengguna dalam masa uji coba model berlangganan beberapa bulan ke depan.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article iPhone 17 Baru Rilis, Bos Apple Langsung Mengundurkan Diri


Most Popular
Features