Tokopedia-Lazada Kalah, Raja Ecommerce RI Tetap Nomor Satu

dem,  CNBC Indonesia
26 January 2026 17:50
Ilustrasi Ecommerce. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Ecommerce. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis ecommerce masih menjadi motor utama ekonomi digital Indonesia sepanjang 2025, didorong oleh AI dan video commerce. Shopee masih memimpin sebagai aplikasi belanja online paling populer di tanah air.

Sepanjang 2025, transaksi lewat platform ecommerce di RI diproyeksikan mencapai US$185 miliar atau Rp 3.093 triliun.

Nilai e-commerce sendiri terdiri dari grocery US$24 miliar (Rp401 triliun) dan non-grocery sebanyak US$161 miliar (Rp 2.692 triliun). Angka tersebut naik dari 2024 berjumlah US$156 miliar (Rp 2.659 triliun) dengan pembagian US$20 miliar (Rp 334 triliun) grocery dan bukan grocery berjumlah US$136 miliar (Rp 2.274 triliun).

Laporan itu juga memproyeksikan pemasukan e-commerce bakal mencapai US$359 miliar. Non-grocery akan naik hampir dua kali lipat dari tahun ini menjadi US$300 miliar, begitu juga produk grocery mencapai US$59 miliar.

Salah satu tren yang menjaga pertumbuhan ecommerce adalah video commerce. Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat volume transaksi video commerce berjumlah 2,6 miliar transaksi. Angka itu naik signifikan mencapai 90% secara tahunan.

Kategori terbanyak dalam videocommerce masih didominasi oleh fashion dan aksesori (28%) dan perawatan diri serta kecantikan (20%). Laporan itu juga menyebutkan 10 penjual teratas menyumbang 20% total transaksi dari setiap kategori.

Sementara nilai pesanan rata-rata (AOV) untuk layanan video commerce di Indonesia sebanyak US$4,5-US$6 (Rp 75.200-Rp 100 ribu). Jumlah itu lebih rendah dari keseluruhan nilai pesanan rata-rata di Asia Tenggara berjumlah US$6-US$7 (Rp 117 ribu) per orang.

Laporan e-Conomy SEA 2025 juga mencatat ada 800 ribu penjual dan toko di Indonesia yang menggunakan layanan video commerce, lompat 75% dari tahun sebelumnya.

Data terbaru Sensor Tower menunjukkan bahwa jumlah download aplikasi retail di Indonesia menembus 181 juta kali sepanjang 2025. Warga RI menghabiskan 8,68 miliar jam di aplikasi retail.

Meskipun mayoritas aplikasi ritel yang paling banyak didownload di RI adalah aplikasi marketplace, beberapa aplikasi subkategori lain mulai muncul seperti aplikasi diskon dan aplikasi online dari toko ritel offline.

Shopee yang jorjoran mendorong fitur video commerce di aplikasinya masih menjadi aplikasi paling populer di kategori ritel di Inonesia.

Berikut adalah aplikasi ritel paling banyak didownload di RI:

  • Shopee
  • Qpon
  • Tokopedia
  • Lazada
  • Alfagifit
  • Klik Indomaret
  • Alibaba.com
  • Indomaret Poinku
  • Blibli
  • Orderkuota
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Kantongi Nama Penjual Rokok Ilegal di Bukalapak, Tokopedia, Cs


Most Popular
Features