HP China Makin Ditinggal, Oppo Paling Enggak LAku

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
21 January 2026 07:20
Samsung Galaxy Z TriFold. (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Samsung Galaxy Z TriFold. (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple dan Samsung makin meninggalkan merek-merek HP China dalam penguasaan pasar global. Oppo punya kinerja paling buruk karena justru mencatatkan penurunan distribusi saat merek lain masih tumbuh.

Firma riset Counterpoint mengatakan pertumbuhan Apple mencapai 10% YoY dengan pangsa pasar 20% pada 2025 lalu. Capaian ini berkat peluncuran seri ponsel premium terbaru, iPhone 17 pada September lalu.

Hal tersebut agak berbeda dari seri iPhone 16 yang membuat Apple tak bertumbuh. Saat itu, perusahaan dinilai minim melakukan inovasi, peluncuran fitur AI Apple Intelligence yang tertunda, dan persaingan dengan HP Android yang inovatif.

"Pertumbuhan Apple di 2025 didorong ekspansi dan permintaan yang meningkat di negara-negara berkembang, didukung campuran portofolio produk yang lebih kuat," kata Senior Analyst Counterpoint, Varun Mishra.

Posisi kedua diisi Samsung yang mempertahankan pertumbuhan positif sebesar 5%. Sementara market share perusahaan asal Korea Selatan itu tercatat 19%.

Xiaomi mencatatkan kinerja stagnan pada 2025 lalu. Berada di posisi ketiga, pangsa pasar perusahaan 13% atau sedikit menurun dari tahun sebelumnya sebesar 14%.

Di belakang Xiaomi, ada Vivo yang berada di posisi ke-empat. Pertumbuhannya tipis 3% dan pangsa pasar 8% sama seperti 2024 lalu.

Oppo, yang beberapa kuartal terakhir berkinerja lesu berada di posisi lima. Pertumbuhan pada tahun lalu tercatat minus 4% YoY.

Secara keseluruhan, pasar smartphone global dinilai mulai stabil setelah masa pandemi Covid-19. Tahun lalu, pasar global naik 2% YoY.

Capaian positif ini didukung strategi pemasaran yang efektif, adopsi 5G pada negara berkembang, serta opsi pembelian yang memfasilitasi pertumbuhan pada segmen premium.

Produsen smartphone sempat mengalami tekanan kebijakan tarif dari pemerintahan Donald Trump pada awal 2025. Namun kemudian dampaknya menyurut sejalan dengan perkembangan dinamika geopolitik dan strategi pabrikan smartphone untuk meredakan efek kebijakan itu.

Selain itu, pertumbuhan smartphone global juga tak merata. Pertumbuhan signifikan terjadi di beberapa negara seperti Jepang, Timur Tengah, Afrika dan sejumlah negara Asia.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Apple dan Samsung Ngamuk, Tegur Keras Kelakuan Xiaomi


Most Popular
Features