Elon Musk Bilang Percuma Sekolah Dokter, Ungkap Penggantinya
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali dengan pernyataan kontroversial yang memicu perdebatan setelah mengatakan bahwa sekolah kedokteran menjadi "tidak berguna" karena pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam industri kesehatan.
Pernyataan tersebut viral usai cuplikan podcast bersama Peter Diamandis beredar di platform X.
Musk memperkirakan robot berbasis AI seperti Optimus milik Tesla mampu melampaui kemampuan ahli bedah dalam tiga tahun ke depan.
Menurutnya, kemajuan teknologi membuat kualitas layanan medis AI akan lebih baik dibanding dokter manusia.
"Setiap orang akan memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik dibanding apa yang diterima presiden saat ini," kata Musk dalam cuplikan podcast yang dibagikan akun @unusual_whales di X.
Saat Diamandis bertanya apakah hal tersebut berarti sekolah kedokteran tidak lagi relevan, Musk menjawab: "Ya. Tidak berguna. Kecuali jika... Saya akan mengatakan hal itu berlaku untuk semua bentuk pendidikan."
Komentar Musk menyoroti peran AI yang makin besar dalam dunia medis, di mana robot semakin sering digunakan untuk membantu operasi hingga membuat diagnosis. Ia meyakini AI segera bisa memberikan layanan medis yang melampaui kualitas dokter manusia.
"Butuh waktu yang sangat lama untuk menjadi seorang dokter yang hebat. Selain itu, pengetahuan medis selalu berkembang dan berubah, membuat orang sulit mengikuti semuanya," kata Musk, dikutip dari Fortune, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, akan ada lebih banyak robot Optimus dengan kemampuan operasi bedah hebat dibanding jumlah seluruh ahli bedah.
"Untuk memahami kecepatan perkembangan robot humanoid, kita perlu mengalikannya dengan tiga pertumbuhan eksponensial," ucapnya.
Ia juga menyebut perkembangan AI ditopang oleh tiga pertumbuhan eksponensial yakni kemampuan perangkat lunak AI, kinerja chip AI, serta kecanggihan mekanikal dan elektrikal robot humanoid.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut bersifat berganda karena perkembangan, pengalaman, dan pembelajaran dapat dibagikan dari satu robot ke robot lainnya. Musk bahkan memperkirakan dalam lima tahun, robot medis tidak lagi dapat dibandingkan dengan manusia, dan jumlah robot akan jauh lebih banyak dari perkiraan.
"Tiga tahun akan melampaui manusia, empat tahun akan lebih baik dari hampir seluruh manusia, lima tahun tidak akan dapat dibandingkan lagi, dan orang meremehkan berapa banyak robot yang akan ada," kata dia.
Meski sejumlah pakar sejalan dengan pandangan Musk mengenai peran AI di sektor medis, sebagian lainnya meragukan perkembangannya akan secepat yang ia klaim.
(dem/dem)[Gambas:Video CNBC]