Tetangga AS Larang Warga Pakai Lampu Rumah Jenis Ini, Kenapa?

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
11 January 2026 15:15
Lampu fluorescent. (Dok. Pixabay)
Foto: Lampu fluorescent. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanada resmi melarang pembuatan dan penjualan sebagian besar lampu fluoresen atau neon yang mengandung merkuri mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya nasional untuk menekan polusi merkuri.

Larangan tersebut menjadi tahap awal dari rencana yang dipimpin oleh Environment and Climate Change Canada (ECCC). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen nasional untuk mengurangi polusi merkuri sesuai dengan kewajibannya berdasarkan Konvensi Minamata tentang Merkuri, sebuah program Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah ditandatangani oleh lebih dari 140 negara.

Berdasarkan aturan mulai 1 Januari 2026, sejumlah jenis lampu fluoresen untuk penerangan umum tidak lagi boleh diproduksi atau diimpor ke Kanada. Pemerintah mengarahkan konsumen untuk beralih ke alternatif bebas merkuri, seperti lampu LED.

Meski demikian, pengecer masih diperbolehkan menjual stok lama yang telah ada hingga akhir 2029, dengan target penghapusan total penjualan lampu fluoresen bermerkuri pada akhir dekade ini.

Larangan ini pertama kali diumumkan Ottawa pada Juni 2024, dengan alasan sebagai langkah yang diperlukan untuk menghilangkan polusi merkuri.

"Peraturan ini adalah langkah terakhir yang akan memungkinkan Kanada untuk sepenuhnya selaras dengan Konvensi Minamata Internasional tentang Merkuri untuk produk," demikian kutipan dari pengumuman awal dikutip dari theweathernetwork.com, Minggu (11/1/2026).

Pada tahun 2035, diharapkan peraturan ini akan memungkinkan Kanada untuk mengurangi jumlah merkuri yang dilepaskan dari lampu ke lingkungan sebesar 91 persen (681 kilogram) dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 4,6 megaton.

Apa itu merkuri?

Merkuri adalah logam berat alami yang dapat diubah menjadi senyawa beracun yang disebut metilmerkuri yang menumpuk dalam organisme hidup. Manusia terutama terpapar merkuri melalui konsumsi ikan atau hewan pemakan ikan yang mengandung kadar metilmerkuri yang tinggi.

Lampu yang mengandung merkuri aman digunakan, tetapi jika pecah, merkuri dapat mencemari lingkungan. Lampu fluoresen pernah dipromosikan sebagai ramah lingkungan

Pada tahun 2013, Pemerintah Kanada memberlakukan larangan terhadap lampu pijar, terutama karena efisiensi energinya yang sangat rendah. Pada saat itu, konsumen diarahkan untuk mengganti lampu pijar mereka dengan lampu fluoresen dan lampu LED, yang dapat bertahan 10 hingga 20 kali lebih lama.

Namun pada tahun 2023, Pemerintah Kanada memperkirakan ada sekitar 100 juta lampu yang mengandung merkuri yang terjual di Kanada selama beberapa dekade.

Adapun, jika sebuah lampu memiliki tulisan "Hg" pada bohlam atau perlengkapannya, berarti lampu tersebut mengandung merkuri. Kemasan atau buku panduannya kemungkinan juga akan menyatakan "mengandung merkuri."

(ven/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Astronaut Nangis Lihat Bumi dari Luar Angkasa, Ini yang Terjadi


Most Popular
Features