Beli Kontrak Prediksi Yesus Turun ke Bumi Lebih Untung dari Obligasi

Redaksi,  CNBC Indonesia
09 January 2026 14:45
Di Desa Olilit Timur, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, terdapat wisata religius yaitu momumen Kristus Raja. (detikcom/Agung Pambudhy)
Foto: Di Desa Olilit Timur, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, terdapat wisata religius yaitu momumen Kristus Raja. (detikcom/Agung Pambudhy)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak prediksi kembalinya Yesus Kristus di platform Polymarket memberikan cuan lebih besar dibanding investasi di obligasi pemerintah AS. Akun Polymarket yang memilih "tidak" diperkirakan meraih return 5,5 persen.

Platform "prediksi" seperti Polymarket dan Kalshi kini ramai diserbu oleh pengguna internet untuk bertaruh atas berbagai fenomena dan peristiwa, mulai dari perang hingga rating film Hollywood.

Salah satu kontrak prediksi yang unik di Polymarket adalah "Will Jesus Christ return in 2025?" atau "Apakah Yesus Kristus akan turun ke Bumi pada 2025?" Kontrak tersebut berhasil menarik partisipasi senilai US$ 3,3 juta (Rp 55 miliar) sepanjang 2025. 

Pemegang kontrak memiliki dua pilihan yaitu "iya" atau "tidak." Syarat dan ketentuan pasar kontrak tersebut yang ada di platform Polymarket menyatakan bahwa pemegang kontrak "iya" akan mendapatkan return jika "The Second Coming of Jesus Christ" atau "Yesus Kristus Turun ke Bumi" terjadi pada December 31, 2025, 23:59 waktu New York. Jika tidak, pemegang kontrak "tidak" adalah pihak yang menerima return.

Laman Polymarket juga menegaskan bahwa hasil dari kontrak tersebut didasari oleh konsensus dari "sumber yang kredibel."

Menurut Bloomberg, akun yang membeli kontrak "tidak" yaitu memprediksi Yesus Kristus belum kembali ke Bumi pada 2025 mendapatkan return lebih tinggi daripada pemegang obligasi pemerintah AS pada periode yang sama. Saat kontrak prediksi ditutup pada 1 Januari 2026, akun yang membeli kontrak pada April berhasil menerima return 5,5 persen.

Tingkat return yang tinggi tersebut dipengaruhi oleh banyaknya akun yang membeli kontrak "iya" sepanjang 2025. Pada puncaknya, probabilitas "Yesus Kristus turun ke Bumi pada 2025" mencapai 3 persen.

Polymarket kini membuka kembali kontrak serupa yaitu "Will Jesus Christ return before 2027?" atau "Apakah Yesus Kristus akan turun ke Bumi sebelum 2027?" Per Jumat, 9 Januari 2026, kontrak tersebut memiliki probabilitas 3 persen dan telah menarik uang prediksi senilai US$187.932 atau sekitar Rp 3,16 miliar.

Sebelumnya, platform Polymarket juga mencuri perhatian karena kontrak yang bertaruh soal Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Orang dalam di pemerintahan Presiden Donald Trump diduga cuan hingga US$ 400 ribu atau Rp 6,7 miliar dari pasar taruhan setelah Nicolas Maduro diculik oleh tentara AS dari Venezuela.

Menurut Futurism, sebuah akun memasang taruhan senilai US$ 30 ribu untuk dua prediksi per yaitu "Maduro akan lengser" dan "tentara AS bakal masuk ke Venezuela" pada 31 Januari 2026. Akun tersebut menang besar setelah Trump mengumumkan Maduro sudah ditangkap oleh tentara AS. Joe Pompliano, pebisnis dalam bidang olahraga, memperkirakan akun tersebut meraup US$ 400 ribu dalam 24 setelah memasang taruhan.

"Sangat mencurigakan. Insider trading tak hanya dibolehkan di pasar prediksi, malah didorong," kata Pompliano.

 

 

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Raksasa Teknologi China Dihukum Mati Usai Perusahaan Bangkrut


Most Popular
Features