China Berebut 'Harta Karun' Asing, Tunggu Lampu Hijau Xi Jinping

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
09 January 2026 08:20
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung membagikan momen kebersamaannya dengan Presiden China Xi Jinping dengan mengunggah foto swafoto usai pertemuan puncak di Beijing pada Senin (5/1/2026). (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Foto: Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung membagikan momen kebersamaannya dengan Presiden China Xi Jinping dengan mengunggah foto swafoto usai pertemuan puncak di Beijing pada Senin (5/1/2026). (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nvidia menerapkan kebijakan pembayaran penuh di muka bagi pelanggan dari China yang ingin membeli chip kecerdasan buatan (AI) terbaru H200. Kebijakan ini menjadi strategi proteksi perusahaan di tengah ketidakpastian persetujuan pengiriman dari pemerintah Beijing.

Kebijakan tersebut tidak menyertakan opsi pembatalan, pengembalian dana, maupun perubahan konfigurasi setelah pesanan dilakukan. Dalam kondisi tertentu, pembayaran dapat diganti dengan jaminan asuransi komersial atau aset, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2026).

Sumber Reuters menyebutkan bahwa Nvidia sebelumnya juga menerapkan pembayaran di muka bagi pelanggan di China, tetapi masih memberikan fleksibilitas berupa deposit. Namun untuk chip H200, perusahaan memperketat aturan karena regulator pemerintah Xi Jinping belum memberikan kejelasan terkait izin impor chip AI tersebut.

Laporan tersebut mengatakan perusahaan teknologi China telah memesan lebih dari dua juta chip H200 dengan harga sekitar 27.000 dolar AS per unit. Angka tersebut jauh melebihi stok Nvidia yang hanya sekitar 700.000 chip.

Sementara itu, meskipun Huawei dan produsen chip lokal lain telah mengembangkan prosesor AI seperti Ascend 910C, performanya masih tertinggal jauh untuk kebutuhan pelatihan model AI skala besar.

Beijing dalam beberapa hari terakhir dilaporkan meminta agar perusahaan teknologi menunda sementara pemesanan H200 hingga regulator memutuskan porsi kewajiban pembelian chip produksi domestik untuk setiap pemesanan chip Nvidia.

Tingginya permintaan H200 juga dikonfirmasi CEO Nvidia Jensen Huang yang menyebut bahwa permintaan pelanggan sangat tinggi dan perusahaan telah mengoptimalkan rantai pasokan untuk meningkatkan produksi.

Kebijakan pembayaran penuh ini mencerminkan dilema Nvidia dalam memaksimalkan permintaan besar dari Negeri Tirai Bambu, tetapi menghadapi ketidakpastian politik dan regulasi baik di Beijing maupun Washington.

Sebelumnya, administrasi Biden sempat melarang ekspor chip AI canggih ke Tiongkok. Namun Presiden Donald Trump pada akhir 2025 membalikkan kebijakan tersebut dan mengizinkan penjualan H200 dengan tarif tambahan 25 persen kepada pemerintah AS.

Nvidia juga pernah mengalami kerugian besar akibat perubahan kebijakan. Tahun lalu, perusahaan mencatat penurunan nilai persediaan senilai 5,5 miliar dolar AS setelah chip H20 tiba-tiba dilarang dijual ke China.

Pengiriman perdana chip H200 disebut akan dipenuhi dari stok Nvidia yang ada dan diproyeksikan tiba sebelum libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari 2026. Nvidia juga dikabarkan telah meminta TSMC menambah kapasitas produksi H200, dengan lini tambahan diperkirakan aktif pada kuartal II 2026.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Berubah-ubah Blokir China, Begini Omongan Terbarunya


Most Popular
Features