Viral Pastor Palsu Kuras Uang Jemaat Gereja, Ini Modusnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Gereja-gereja di Amerika Serikat sedang dihebohkan dengan munculnya modus penipuan baru yang memanfaatkan teknologi video Deepfake berbasis AIĀ untuk menampilkan pastor palsu yang meminta uang dari jemaatnya. Modus ini menargetkan mereka yang beriman dengan wajah pastor yang dikenal dan dipercaya.
Teknologi Deepfake kini semakin realistis, membuat para penipu tidak perlu lagi mencuri dari kotak persembahan secara langsung.
Menurut laporan Wired, pastor dengan followers banyak menjadi sasaran utama. Misalnya, pastor Katolik Mike Schmitz, yang memiliki lebih dari satu juta subscriber di YouTube, baru-baru ini harus memperingatkan pengikutnya tentang video palsu yang menampilkan wajahnya.
Beberapa klip cukup halus sehingga sulit dikenali secara sekilas, atau jika orang tidak tahu apa yang harus dicari, seperti halnya beberapa jemaat yang lebih tua. Beberapa klip bahkan sulit dikenali sekilas, terutama bagi jemaat yang lebih tua.
Tujuan penipuan ini bukan untuk merusak iman, tapi mereka meminta sumbangan untuk "berkat" atau untuk menyumbang untuk tujuan khusus. Semua yang ada di video tersebut menunjukan aktivitas pastor pada umumnya, dan dilakukan dengan cara yang biasa dilakukan para pastor di era digital.
Para pemimpin gereja dari Alabama hingga Florida pun terpaksa mengeluarkan peringatan publik, memastikan jemaat mengetahui bahwa video-video yang beredar bukanlah mereka. Suasana kecurigaan mulai meresap di komunitas gereja, karena jemaat harus mempertanyakan apakah pastor mereka berbicara asli atau itu penipu yang memanfaatkan iman mereka.
Bahkan Vatikan ikut mengingatkan risiko AI. Paus Leo XIV menyatakan bahwa teknologi ini dapat mengancam martabat manusia, keadilan, dan dunia kerja, menekankan bahaya penyalahgunaan perangkat lunak dalam kehidupan modern.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]