Ciptakan Asal Usul Kehidupan, Peneliti Jepang Buktikan Sumbernya

Redaksi,  CNBC Indonesia
06 January 2026 20:20
Hutan. (Dok. Pixabay)
Foto: Hutan. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejadian terciptanya kehidupan berhasil diulangi oleh ilmuwan Jepang di laboratorium. Keberhasilan mereka sekaligus memperkuat hipotesis bahwa makhluk hidup di Bumi berasal dari luar angkasa.

Pendapat bahwa makhluk hidup di Bumi tercipta oleh objek dari luar angkasa adalah bagian dari hipotesis "RNA world." Skenario "RNA world" atau dunia RNA adalah hipotesis bahwa makhluk hidup pertama di Bumi memiliki RNA, bukan DNA.

RNA (ribonucleic acid) adalah molekul paling penting dalam sintesis protein, yang merupakan "saudara" dari DNA. Ada tiga jenis RNA yaitu mRNA yang diproduksi DNA dan berisi instruksi pembentukan protein, kemudian ribosomal RNA yang menciptakan ribosomes yang penting dalam produksi protein, dan transfer RNA yang berperan dalam sintesis protein dari mRNA.

Susunan RNA jauh lebih simpel dari DNA. Oleh karena itu, RNA diperkirakan terbentuk lebih dulu dan menyusun makhluk hidup pertama di Bumi, kemudian menyalin informasi genetik ke makhluk hidup berikutnya. Hipotesis ini disebut sebagai RNA world atau dunia RNA. 

Dalam eksperimen sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Yuta Hirakawa dari Universitas Tohoku Jepang dan Foundation for Applied Molecular Evolution di Florida, AS, menunjukkan bahwa RNA bisa terbentuk dengan mudah di Bumi sekitar 4,3 miliar tahun silam.

Hasil penelitian mereka dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Eksperimen membuktikan bahwa borate dan basalt, dua pembentuk utama RNA, bisa muncul secara alami tanpa intervensi manusia yaitu kombinasi antara proses kimia, panas, dan benturan.

Tim yang dipimpin oleh Hirakawa mengkombinasikan bahan baku RNA yaitu ribose, fosfat, dan empat nukleobasa yaitu adenine, guanine, cystosine, dan uracil. Komponen ini ditempatkan di campuran yang mengandung borate dan basalt.

Campuran itu kemudian dipanaskan dan dikeringkan secara berulang-ulang, sebagai simulasi transisi kondisi basah dan kering di dekat geothermal atau aquifer bawah tanah menyerupai awal-awal pembentukan Bumi.

Peneliti menemukan bahwa RNA terbentuk dalam campuran tersebut. Borate juga terbukti mampu membuat molekul ribose stabil dan memfasilitasi produksi fosfat.

Eksperimen ini tidak hanya memperkuat hipotesis dunia RNA tetapi juga menjadi dasar skenario asal usul kehidupan. Ribose telah ditemukan di material yang berasal dari asteroid, salah satunya di asteroid raksasa Bennu. RNA yang diciptakan di laboratorium juga ditemukan di objek luar angkasa. Artinya, molekul ini bisa berasal dari luar angkasa, bukan hanya ada di Bumi.

Para peneliti menduga sekitar 4,3 miliar tahun lalu, sebuah protoplanet dengan lebar 500 kilometer yang kaya dengan molekul bahan baku RNA menabrak Bumi. Hasilnya molekul-molekul tersebut tersebar dan memicu sintesis RNA di Bumi.

Peristiwa serupa pernah juga terjadi di Mars. Artinya, penelitian Hirakawa dan tim membuka peluang bahwa RNA juga terbentuk di planet selain Bumi.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article NASA Bocorkan Lokasi Alien, Segini Jaraknya dari Bumi


Most Popular
Features