MARKET DATA

Raja HP Indonesia Kembali ke Tahta, Merek China Minggir

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
29 November 2025 14:15
Pusat Grosir Cililitan (PGC) jadi salah satu tempat penjualan smartphone di Jakarta sepi pengunjung, Rabu (12/3/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Pusat Grosir Cililitan (PGC) jadi salah satu tempat penjualan smartphone di Jakarta sepi pengunjung, Rabu (12/3/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan pasar smartphone di Indonesia kembali memanas. Laporan terbaru Counterpoint Research untuk kuartal III-2025 menunjukkan Samsung berhasil merebut kembali posisi puncak sebagai penguasa pasar ponsel di tanah air.

Produsen asal Korea Selatan itu mencatat lonjakan pengiriman hingga 30% secara tahunan (YoY). Kinerja positif tersebut mengerek pangsa pasar Samsung dari 17% pada Q3 2024 menjadi 20% pada Q3 2025, menempatkannya kembali di kursi nomor satu.

Selain Samsung, Infinix menjadi sorotan pada kuartal ini. Merek yang populer di segmen entry-level tersebut membukukan pertumbuhan pengiriman 45% YoY, mengerek pangsa pasarnya dari 9% menjadi 12%.

Sementara itu, performa beberapa vendor China justru terlihat melambat. Xiaomi mencatat pertumbuhan pengiriman 5% YoY, namun pangsa pasar turun dari 19% menjadi 17%. Oppo hanya mencatat peningkatan tipis 1% YoY, dengan pangsa pasar melemah dari 18% menjadi 16%. Vivo mengalami tekanan paling berat, dengan penurunan pengiriman -6% YoY hingga membuat pangsa pasar susut dari 17% menjadi 14%.

Counterpoint menilai pasar smartphone Indonesia secara keseluruhan tumbuh solid pada kuartal ketiga 2025. Pengiriman ponsel tercatat naik 12% YoY, dipicu tingginya minat pada perangkat entry-level, meningkatnya adopsi fitur AI (Gen AI), serta semakin terjangkaunya perangkat 5G.

Menurut Ridwan Kusuma, Research Associate Counterpoint Research, tren ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen Indonesia yang makin mengandalkan perangkat cerdas untuk kebutuhan kerja hingga hiburan.

"Market smartphone Indonesia tumbuh sekitar 12% pada Q3 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh adopsi Gen AI, semakin banyaknya smartphone 5G yang makin terjangkau, serta meningkatnya indeks kepercayaan konsumen," ujar Ridwan, dikutip dari Detikcom.

Dengan kombinasi peningkatan permintaan dan pergeseran perilaku pengguna, peta persaingan smartphone nasional kembali berubah-dan Samsung, untuk sementara, kembali duduk di singgasana.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Orang China Ogah Beli HP Buatan Asing, iPhone Makin Tak Laku


Most Popular