
Geger Dunia Hilang Muncul di Wilayah RI, Peneliti Bocorkan Lokasinya

Jakarta, CNBC Indonesia - Sumba menjadi wilayah yang disebut-sebut kalangan peneliti sebagai wilayah yang dulunya merupakan tempat "dunia yang hilang".
Para ilmuwan menganggap pulau di provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT itu merupakan tempat bagi berbagai jenis hewan yang sebagian besar telah punah.
Dalam jurnal berjudul 'Proceedings of the Royal Society B', kalangan ilmuwan menyebut Sumba sempat menjadi tempat hewan-hewan seperti gajah mini, spesies tikus masa lalu, kadal raksasa, hingga spesies komodo.
Dugaan itu didasari dari penemuan fosil-fosil hewan tersebut. Sejumlah hewan yang telah punah itu diperkirakan telah hidup di Sumba sekitar 12.000 tahun yang lalu, sebagaimana dilansir Mongabay, dikutip Minggu (31/8/2025).
Laporan dalam jurnal itu juga mendapati temuan serius yang memungkinkan hewan-hewan langka awalnya hidup di wilayah Sumba. Hal ini semakin meyakinkan ketika ditemukannya fosil komodo yang saat ini hanya bermukim di Pulau Komodo, Flores.
Hal ini memancing asumsi bahwa hewan yang kini termasuk langka itu sebenarnya berasal dari Sumba.
Ekspedisi untuk meneliti hewan-hewan punah ini berlangsung dari 2011 hingga 2014. Tim peneliti berasal dari Zoological Society of London (ZSL).
Mereka mengoleksi fosil dari Sumba, sebagai bagian dari kepulauan yang dulu dinamai 'Wallacea'. Area ini berasal dari biologis Alfred Russel Wallacea yang pertama kali memberikan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.
Wilayah di dalam Wallacea termasuk Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Wilayah Wallacea mendulang popularitas pada 2004, ketika kelompok arkeologi mengumbar fosil makhluk punah yang dinamai 'hobbit' atau Homo Floresiensis. Makhluk ini ditemukan di Flores, bagian utara dari Sumba.
Hingga kini, riset tentang Sumba sendiri masih sangat jarang. Survei soal fosil dan kehidupan liar di sana belum terlalu banyak dilakukan.
"Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia," kata Samuel Turvey, anggota peneliti di ZSL.
Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut di Sumba bisa dilakukan untuk mendapatkan pencerahan soal evolusi spesies di area tersebut.
"Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern," Turvey menjelaskan
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Kiamat Makin Dekat, Dunia Lain Muncul di Mana-Mana
