Hacker Klaim Bobol Situs KPU, Ini Data DPT yang Dicuri

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
22 May 2020 12:53
Ilustrasi peretasan jaringan internet
Jakarta, CNBC Indonesia - Hacker dilaporkan menyebarluaskan 2,3 juta data daftar pemilih tetap (DPT) di forum internet. Data ini diklaim diambil dari situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data apa yang diambil hacker?

Menurut Founder of Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto, 2,3 juta data yang sebarluaskan di forum hacker adalah data pemilih tetap penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Diantaranya, Kota/kabupaten Bantul, Gunung Kidul, kota, Kulonprogo dan Sleman.


"Bisa dipastikan data ini bocor dari KPU, entah itu KPUD ataupun KPU Pusat. Isi datanya dalan sekumpulan DPT (Daftar Pemilih Tetap) dari semua TPS (Tempat pemungutan Suara)," ujar Teguh melalui akun twitter @secgron, Jumat (22/5/2020).


Berdasarkan penelusuran Teguh, data yang bocor termasuk nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), tempat dan tanggal lahir, umur, jenis kelamin, status perkawinan hingga alamat lengkap.


"Semua data tersedia dalam bentuk PDF yang sudah disortir berdasarkan TPS," terangnya.

Sebelumnya, akun twitter @underthebreach mengumumkan adanya kebocoran data. Data tersebut berukuran 2,35 GB disebar di forum hacker bernama Reidforum.com. Hacker ini mengklaim memiliki 200 juta data DPT yang akan segera disebarkan.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan KPU sedang melakukan penyelidikan atas informasi ini. Pihaknya juga sedang melakukan pengecekan kondisi server data.


"KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi intenal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Viryan seperti dilansir dari detik.com, Jumat (22/5/2020)

Dia menyebut data yang beredar merupakan DPT Pemilu 2014 dengan meta data 15 November 2013. Data ini bersifat terbuka, dan dapat diakses semua orang. Karena sifat keterbukaan pada saat Pilpres 2014 maka DPT bisa didownload per TPS. Namun, data tersebut tidak seluruhnya dibuka.

Viryan juga menyebut jumlah DPT pada 2014 tidak mencapai 200 juta. Melainkan sebanyak 190 juta. "Jumlah DPT Pilpres 2014 tak sampai 200 Juta, melainkan 190 Juta," tutupnya.




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading