Salat Tarawih Sendiri di Rumah? Begini Hukum, Niat, dan Tata Caranya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
22 February 2026 03:45
Umat muslim mengikuti salat Tarawih Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Umat muslim mengikuti salat Tarawih Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunah yang memiliki keistimewaan tersendiri karena hanya dikerjakan pada bulan Ramadan. Umumnya, umat Muslim melaksanakan Tarawih setelah salat Isya secara berjamaah di masjid atau musala.

Namun dalam kondisi tertentu, tidak semua orang dapat mengikuti salat Tarawih berjamaah di luar rumah. Lantas, bagaimana hukumnya jika salat Tarawih dilakukan sendiri di rumah?

Hukum Salat Tarawih Sendiri

Secara hukum, salat Tarawih merupakan sunah muakkad atau sunah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berjamaah maupun sendiri (munfarid). Artinya, jika seseorang memiliki kendala untuk hadir di masjid, ia tetap dapat mengerjakannya sendiri di rumah dan tetap memperoleh keutamaan ibadah tersebut.

Pelaksanaan Tarawih secara berjamaah memang memiliki nilai keutamaan tersendiri. Meski demikian, salat Tarawih yang dilakukan sendiri tetap sah dan tidak mengurangi keabsahan ibadahnya.

Niat Salat Tarawih Sendiri

Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk salat Tarawih. Niat dilakukan di dalam hati pada saat takbiratul ihram.

Adapun bacaan niat salat Tarawih sendiri dua rakaat adalah sebagai berikut:

"Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'ala."

Artinya: Saya niat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.

Tata Cara Salat Tarawih Sendiri

Secara tata cara, salat Tarawih yang dikerjakan sendiri tidak berbeda dengan pelaksanaan salat sunah dua rakaat pada umumnya.

Berikut tahapannya:

1. Membaca niat dalam hati saat takbiratul ihram.
2. Membaca doa iftitah.
3. Membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surah pendek dari Al-Qur'an.
4. Rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
5. Bangkit untuk rakaat kedua dengan urutan yang sama.
6. Duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.

Salat Tarawih lazimnya dikerjakan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat, yang masing-masing dilakukan dengan dua rakaat satu salam. Setelahnya, ibadah ditutup dengan salat Witir sebagai penyempurna salat malam di bulan Ramadan.

Dengan demikian, bagi umat Muslim yang berhalangan hadir ke masjid, tidak perlu khawatir. Salat Tarawih tetap dapat dilaksanakan secara mandiri di rumah dengan tata cara yang sama dan tetap bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Salat Tahajud Boleh Berjamaah? Ini Penjelasannya


Most Popular
Features