MARKET DATA

China-AS Minggir Dulu! Ekonomi RI Jadi yang Tertinggi di G20

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
05 November 2026 12:35
Inflasi 2024 cetak rekor Terendah Sepanjang Sejarah Indonesia
Foto: Infografis/Inflasi 2024 cetak rekor Terendah Sepanjang Sejarah Indonesia/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara-negara besar dunia. Diantara negara anggota G20, Indonesia sementara menempati posisi pertama dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal III-2026. 

Hal ini terlihat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis pada Kamis (5/11/2026) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2026 tumbuh sebesar 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2026 yang sebesar 5,29% yoy, meskipun masih sedikit di bawah capaian kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%.

Menariknya, hasil tersebut juga jauh melampaui perkiraan pasar.

Berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 15 lembaga dan institusi, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelumnya diperkirakan hanya mencapai 5,20% yoy.

Dengan demikian, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi 0,27 poin persentase atau 27 basis poin dibandingkan konsensus pasar.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 1,59%. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal II-2026 yang mencapai 3,73% qtq.

BPS mencatat PDB Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal III-2026 mencapai Rp6.741,0 triliun. Sementara PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun.

"Year on year tumbuh 5,47%," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Secara kumulatif, perekonomian Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 tumbuh sebesar 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Indonesia Ungguli China, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat

Pertumbuhan PDB kuartal ketiga telah menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam daftar sementara negara anggota G20 yang telah mengumumkan data terkait. 

Berdasarkan data Trading Economics yang dihimpun hingga Kamis (5/11/2026), pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil melampaui China, Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, hingga sejumlah negara besar Eropa.

Setelah Indonesia, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicatatkan China sebesar 4,5% yoy. Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi 0,97 poin persentase dibandingkan Negeri Tirai Bambu.

Berikutnya, Amerika Serikat dan Korea Selatan sama-sama mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,4% yoy, disusul Meksiko yang tumbuh 3,2%.

Sementara itu, kondisi ekonomi di sejumlah negara Eropa masih bergerak lebih lambat.

Jerman hanya mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,2% yoy, sedangkan Italia tumbuh 0,8%. Bahkan, Prancis mengalami kontraksi sebesar 0,1%.

Tekanan lebih dalam terjadi di Arab Saudi. Perekonomian negara penghasil minyak tersebut terkontraksi sebesar 3,8% yoy pada kuartal III-2026.

Meski Indonesia berhasil menempati posisi teratas, peringkat tersebut masih bersifat sementara.

Pasalnya, hingga Kamis (5/11/2026), belum seluruh anggota G20 mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026. 

Sebagai informasi, G20 merupakan forum kerja sama ekonomi utama dunia yang beranggotakan 19 negara serta dua organisasi regional, yakni Uni Eropa dan Uni Afrika.

Sejumlah negara dengan perekonomian besar, seperti India, Jepang, Brasil, Inggris, dan Australia, masih belum merilis data pertumbuhan ekonominya. 

Pertumbuhan Ekonomi RI Masih di Atas Rata-Rata G20

Jika ditarik lebih jauh, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi G20 secara keseluruhan.

Berdasarkan data OECD, dalam delapan kuartal sejak kuartal III-2024 hingga kuartal II-2026, rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia tercatat sebesar 5,13% yoy.

Sementara itu, rata-rata pertumbuhan ekonomi agregat G20 pada periode yang sama mencapai 3,33%.

Dengan demikian, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi sekitar 1,80 poin persentase atau 180 basis poin dibandingkan agregat G20.

Dalam laporan terakhirnya, OECD mencatat ekonomi G20 secara keseluruhan tumbuh sebesar 3,1% yoy pada kuartal II-2026, sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 3,3%.

Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian yang masih tinggi, Indonesia sejauh ini masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, sekaligus melaju lebih cepat dibandingkan sebagian besar negara anggota G20 yang telah mengumumkan data kuartal III-2026.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular