Argentina-Rusia, Ini Kisah Negara yang Terdepak ke Standalone Market
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Indonesia menghadapi ancaman turun kelas.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi untuk memindahkan Indonesia dari kelompok Emerging Market ke Standalone Market.
Pengumuman yang keluar pada Jumat (16/10/2026) dini hari WIB itu berangkat dari kekhawatiran investor mengenai keterbukaan kepemilikan saham dan dugaan transaksi yang terkoordinasi. Otoritas Indonesia sudah mengumumkan sejumlah perbaikan, tetapi menurut masukan yang diterima MSCI, hasilnya belum terlihat secara merata di seluruh pasar.
Indonesia sendiri belum turun kelas. MSCI masih menerima pendapat pelaku pasar hingga 30 April 2027, sementara keputusan akhirnya akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Sampai sekarang, Indonesia masih berada di kelompok Emerging Market bersama China, India, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.
Jika usulan tersebut diterapkan, Indonesia akan masuk Standalone. Negara dalam kelompok ini memiliki indeks saham sendiri, tetapi tidak masuk dalam indeks gabungan Emerging maupun Frontier Market.
Sejumlah negara sudah lebih dulu mengalami perubahan yang kini diusulkan untuk Indonesia.
Argentina, Rusia, dan Pakistan pernah dipindahkan langsung dari Emerging ke Standalone, meski penyebab dan perjalanan setelahnya berbeda.
Argentina
Argentina pernah berada di status Emerging sebelum turun ke Frontier pada Mei 2009. Masalahnya bermula dari aturan yang membatasi uang investor masuk dan keluar dari negara tersebut.
Pembatasan itu menyulitkan investor asing yang ingin menempatkan dana maupun menarik kembali hasil investasinya. MSCI akhirnya mengumumkan pada Februari 2009 bahwa Argentina akan dipindahkan ke Frontier pada akhir Mei tahun yang sama.
Saat itu, MSCI juga membatasi saham yang bisa masuk indeks Argentina pada American Depositary Receipts atau ADR. Surat berharga ini mewakili saham perusahaan Argentina yang diperdagangkan di Amerika Serikat, sehingga investor tetap bisa mendapat akses melalui pasar luar negeri.
Peluang untuk kembali naik kelas muncul setelah Argentina mencabut sejumlah pembatasan modal dan valuta asing sejak Desember 2015. Namun, MSCI belum langsung mengembalikannya ke Emerging.
Pada 2017, investor masih ingin melihat apakah kebijakan yang lebih terbuka itu bisa bertahan. Mereka membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa kemudahan berinvestasi tersebut tidak kembali dibatasi.
Setelah mendapat dukungan investor, MSCI pada Juni 2018 memutuskan Argentina kembali ke Emerging. Perubahan itu dilaksanakan pada Mei 2019. MSCI sekaligus mengingatkan bahwa keputusan dapat ditinjau ulang jika Argentina kembali menerapkan pembatasan modal atau valuta asing.
Hanya beberapa bulan setelah naik kelas, pembatasan modal kembali diberlakukan pada September 2019. Masalah yang sebelumnya membuat Argentina turun kelas pun muncul lagi.
Meski indeks Argentina masih bisa diikuti investor melalui saham perusahaan yang tercatat di luar negeri, MSCI menilai pembatasan yang berat dan berlangsung lama tidak sesuai dengan persyaratan akses pasar Emerging.
Pada Juni 2021, MSCI akhirnya memutuskan Argentina dipindahkan ke Standalone. Perubahan itu berlaku pada peninjauan indeks November 2021, sekitar dua setengah tahun setelah Argentina kembali ke Emerging.
Indeks saham Argentina tetap dihitung oleh MSCI, tetapi negara tersebut tidak lagi masuk dalam status Emerging Market.
Rusia
Rusia kehilangan status Emerging setelah akses investor ke pasar sahamnya memburuk dengan cepat pada awal 2022. Perubahan itu terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina dan berbagai sanksi yang menyusul.
Investor internasional menghadapi sejumlah hambatan sekaligus. Ada sanksi terhadap perusahaan Rusia, pembatasan penjualan saham, penutupan Bursa Moskow, serta kesulitan menukar rubel ke mata uang asing. Sejumlah bank Rusia juga dikeluarkan dari jaringan pesan keuangan internasional SWIFT.
Kondisi tersebut membuat investor sulit bertransaksi dan mengelola uang yang sudah mereka tempatkan di Rusia. Keberadaan pasar saham saja tidak cukup jika investor tidak bisa membeli, menjual, atau memindahkan dananya dengan leluasa.
MSCI kemudian membuka konsultasi pada 28 Februari 2022 untuk meminta pendapat investor internasional. Sebagian besar peserta menyatakan pasar saham Rusia saat itu tidak dapat mereka investasikan dan saham-sahamnya perlu dikeluarkan dari indeks Emerging.
Prosesnya berlangsung cepat. Pada 2 Maret 2022, MSCI mengumumkan bahwa Rusia akan dipindahkan dari Emerging ke Standalone. Keputusan tersebut berlaku setelah penutupan perdagangan 9 Maret 2022.
Pada awalnya, MSCI masih mempertahankan indeks khusus Rusia sebagai indeks Standalone. Namun, hambatan akses pasar terus berlanjut dan investor belum bisa kembali bertransaksi secara normal.
Pada November 2022, MSCI mengambil langkah berikutnya dengan mengumumkan penghentian seluruh indeks yang hanya berisi saham Rusia. Penghentian itu berlaku mulai 1 Maret 2023.
Dengan demikian, Rusia sempat berada di Standalone selama hampir satu tahun sebelum indeks khusus negaranya dihentikan. Itu pula yang membuat Rusia tidak lagi tercantum dalam daftar Standalone MSCI saat ini.
Pakistan
Pakistan pernah kehilangan status Emerging di tengah krisis keuangan global 2008. Masalahnya bermula ketika Bursa Karachi menerapkan aturan batas bawah harga saham pada Agustus tahun tersebut.
Lewat aturan yang dikenal sebagai floor rule, saham tidak boleh diperdagangkan di bawah harga penutupan 27 Agustus 2008. Akibatnya, harga saham tidak bisa menyesuaikan dengan tekanan pasar. Perdagangan pun nyaris lumpuh selama berbulan-bulan.
Kondisi itu membuat investor sulit menjual saham dan menarik dananya. MSCI akhirnya mengumumkan pada 10 Desember 2008 bahwa Pakistan akan dikeluarkan dari Emerging setelah penutupan perdagangan 31 Desember 2008. Indeks Pakistan kemudian dipertahankan sebagai Standalone.
Setelah aturan batas bawah harga dicabut, perdagangan saham perlahan pulih. MSCI membuka konsultasi pada Februari 2009 untuk memasukkan Pakistan ke Frontier. Saat itu, pasar Pakistan juga sudah tidak memenuhi persyaratan ukuran untuk status Emerging.
Pakistan akhirnya masuk Frontier pada Mei 2009. Dengan demikian, Pakistan berada di Standalone hanya sekitar lima bulan.
Perjalanan Pakistan tidak berhenti di sana. Setelah kondisi perdagangan dan pasar sahamnya membaik selama beberapa tahun, MSCI pada Juni 2016 memutuskan Pakistan kembali ke Emerging. Perubahan tersebut berlaku pada peninjauan indeks Mei 2017.
Namun, status Emerging kembali lepas pada November 2021. Kali ini, persoalannya adalah ukuran dan likuiditas saham. MSCI menyebut sejak November 2019 tidak ada saham dalam cakupan pasar Pakistan yang memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas Emerging.
Pakistan pun kembali masuk Frontier, kelompok yang masih di tempatinya saat ini. Perjalanannya menunjukkan bahwa sebuah negara bisa keluar dari Standalone, kembali naik kelas, lalu turun lagi ketika persyaratan MSCI tidak lagi terpenuhi.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)