Bongkar Mesin Uang & Kekuatan Houthi, Modal Serang Bandara Arab Saudi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi di Yaman kembali menjadi sorotan setelah dikabarkan menyerang Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, menggunakan rudal. Serangan itu disebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, menurut laporan AFP, Minggu (11/10/2026).
Di balik kemampuan militernya, Houthi ternyata tidak hanya mengandalkan Iran. Kelompok ini memiliki mesin pendanaan sendiri dari wilayah Yaman yang dikuasainya.
Pajak hingga BBM Jadi Mesin Uang
Pajak dan BBM Jadi Mesin Kas
Houthi sering dianggap sepenuhnya dibiayai Iran. Kenyataannya, kebutuhan operasional kelompok tersebut banyak ditopang perekonomian wilayah Yaman yang mereka kuasai.
Sebagai pemerintahan de facto di Sanaa dan sebagian besar wilayah barat laut Yaman, Houthi memungut pajak penghasilan, pajak perusahaan, zakat, pajak rokok dan bahan bakar, serta bea atas barang impor.
Panel Ahli PBB menerima informasi bahwa pendapatan yang dikendalikan Houthi sepanjang 2023 mencapai sekitar 3,392 triliun rial. Sekitar 300 miliar rial di antaranya berasal dari pungutan di pos-pos darat.
Bisnis bahan bakar juga menjadi sumber pemasukan penting. Produk minyak yang masuk melalui pelabuhan di wilayah Houthi dikenakan bea dan berbagai biaya, kemudian dipasarkan melalui perusahaan yang terhubung dengan kelompok tersebut.
Panel PBB memperkirakan sektor itu menghasilkan sekitar 1,34 triliun rial pada April 2022 hingga Juni 2024. Angka tersebut mencakup bea masuk, pungutan ilegal, dan margin keuntungan.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS mengeklaim operasi penjualan minyak yang menguntungkan Houthi menghasilkan lebih dari US$2 miliar per tahun. Angka tersebut merupakan estimasi pemerintah AS, bukan laporan keuangan yang telah diaudit.
Telekomunikasi menyediakan sumber pendapatan lain. Panel PBB memperkirakan pendapatan sektor ini mencapai sekitar US$92 juta. Perusahaan yang dikendalikan Houthi juga disebut menerima sekitar US$20 juta per bulan dari panggilan internasional, meski kedua angka tersebut kemungkinan tumpang tindih.
Iran melengkapi mesin pendanaan domestik itu dengan rudal, drone, komponen elektronik, pelatihan, minyak, dan jaringan transaksi lintas negara.
Dengan demikian, ekonomi Yaman menyediakan kas operasional Houthi, sementara Iran memasok kemampuan militer serta akses internasional yang sulit dibangun kelompok tersebut secara mandiri.
Pasokan Senjata Makin Beragam
Iran tetap menjadi pemasok penting rudal, drone, komponen elektronik, pelatihan, minyak, dan jaringan transaksi lintas negara. Namun, jaringan pengadaan Houthi kini semakin tersebar, termasuk melalui Oman, Uni Emirat Arab (UEA), dan kawasan Tanduk Afrika.
Kelompok Houthi di Yaman merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan lokasi jatuh dan puing-puing jet tempur F-15 milik Arab Saudi di Provinsi Marib, Rabu (16/9/2026) waktu setempat. (via REUTERS/Houthi Military Media) Foto: Kelompok Houthi di Yaman merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan lokasi jatuh dan puing-puing jet tempur F-15 milik Arab Saudi di Provinsi Marib, Rabu (16/9/2026) waktu setempat. (via REUTERS/Houthi Military Media) |
Sejumlah drone bahkan disebut dapat dirakit hampir sepenuhnya tanpa komponen Iran. Jaringan pasokan yang beragam membuat upaya melumpuhkan persenjataan Houthi menjadi lebih sulit.
Pegunungan Jadi Benteng
Ketahanan Houthi juga ditopang kondisi geografis Yaman. Kawasan pegunungan, gua, dan bunker bekas fasilitas militer menjadi bagian dari pertahanan mereka. Kelompok ini juga dinilai mampu membangun kembali struktur organisasinya setelah menghadapi serangan terhadap jajaran pemimpinnya.
Dengan sumber pendapatan domestik, jaringan pasokan senjata yang semakin beragam, dan dukungan Iran, Houthi memiliki sejumlah penopang untuk mempertahankan kemampuan militernya.
Artinya, kekuatan kelompok ini bukan hanya terletak pada senjata yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan membiayai operasi dan membangun kembali kekuatannya setelah diserang.
