MARKET DATA

Harga Batu Bara Akhirnya Jatuh Setelah Terbang 5 Hari

mae,  CNBC Indonesia
08 October 2026 08:50
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melemah setelah terbang lima hari beruntun.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Rabu (7/10/2026) ditutup di posisi US$ 151,6 per ton. Harganya melemah 0,88%.

Pelemahan ini memutus reli lima hari beruntun dengan total penguatan sebesar 4,5%.

Pelemahan harga batu bara salah satunya disebabkan oleh melandainya harga minyak.

Pada Rabu, harga minyak mentah Amerika Serikat  (WTI) turun 1,3% menjadi US$88,28 per barel. Sementara minyak mentah Brent ditutup di US$100,20 per barel, turun 0,4%.

Minyak dan batu bara adalah komoditas yang saling mensubstitusi sehingga harganya saling memengaruhi.

Harga batu bara tetap melemah meski ada persoalan pasokan dari India.

Persediaan batu bara di pembangkit listrik India terus menipis dan mendekati level terendah dalam lima tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko pemadaman listrik di tengah permintaan energi yang masih tinggi.

 

Per 4 Oktober 2026, sebanyak 69 pembangkit listrik atau lebih dari dua perlima armada PLTU batu bara India hanya memiliki stok untuk empat hari atau kurang. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Desember 2021.

Penurunan stok dipicu kombinasi cuaca panas, hujan deras yang menghambat aktivitas tambang, serta gangguan transportasi kereta api yang memperlambat pengiriman batu bara ke pembangkit.

India memang terus memperbesar kapasitas energi terbarukan. Namun, batu bara masih menyumbang hampir 70% pembangkitan listrik negara tersebut.

Periode cuaca yang lebih sejuk hingga Februari menjadi kesempatan bagi India untuk mengisi kembali stok sebelum memasuki musim panas. Jika pasokan tambang dan distribusi tidak segera membaik, risiko gangguan listrik dapat meningkat.

Sementara itu, harga batu bara termal di mulut tambang China bergerak beragam.

Sejumlah produsen menaikkan harga karena stok menipis dan penjualan masih relatif lancar, sementara permintaan dari trader mulai melemah setelah aktivitas pengisian stok menjelang libur hampir selesai.

Mengutip Sxcoal, stok batu bara di 160 tambang yang disurvei mencapai 4,01 juta ton per 30 September 2026. Angka tersebut naik 0,22% secara mingguan, tetapi masih turun 4,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Utilisasi kapasitas tambang rata-rata mencapai 87,94%, turun 0,5 poin persentase dalam sepekan.

(mae/mae)



Most Popular