20 Perusahaan Terbesar di Eropa: Tak Ada Raja Tunggal di Benua Biru
Jakarta, CNBC Indonesia - Eropa memiliki sederet perusahaan raksasa dengan kapitalisasi pasar (market cap) mencapai ratusan miliar dolar AS. Perusahaan terbesar di masing-masing negara pun datang dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, keuangan, kesehatan, hingga energi.
Berdasarkan data StockAnalysis.com dan bursa saham lokal per 29 September 2026 atau data terbaru yang tersedia, terdapat perbedaan cukup besar dalam kapitalisasi pasar perusahaan terbesar di 42 negara Eropa. Satu perusahaan bahkan memiliki market cap hampir dua kali lipat dibandingkan perusahaan terbesar di negara Eropa lainnya.
Yang menarik tak ada satupun negara yang mendominasi dalam daftar pemilik perusahaan besar.
ASML Jadi Perusahaan Terbesar Eropa
Perusahaan tersebut adalah ASML asal Belanda dengan kapitalisasi pasar mencapai US$670,27 miliar atau sekitar Rp 12.000 triliun (US$1= Rp 17.897).
Nilainya unggul jauh dibandingkan perusahaan terbesar dari negara Eropa lainnya, bahkan hampir dua kali lipat HSBC dari Inggris sebesar US$342,35 miliar dan Roche dari Swiss sebesar US$341,5 miliar.
HSBC Holdings plc adalah induk HSBC berkantor pusat di London dan beroperasi di 56 pasar dengan sekitar 41 juta nasabah global.
Berikutnya, Siemens menjadi perusahaan terbesar Jerman dengan US$246,27 miliar, L'Oréal dari Prancis US$230,18 miliar, dan Banco Santander dari Spanyol US$205,11 miliar.
Besarnya kapitalisasi pasar ASML didukung posisinya sebagai satu-satunya pemasok mesin litografi extreme ultraviolet (EUV) yang digunakan untuk memproduksi chip canggih. ASML juga menjadi satu-satunya perusahaan teknologi di antara 42 perusahaan dalam daftar dan menempati peringkat ke-20 dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Sementara itu, Novo Nordisk menjadi perusahaan terbesar Denmark dengan kapitalisasi pasar US$168,61 miliar. Nilainya telah turun lebih dari 70% sejak sempat melampaui US$650 miliar dan menjadi perusahaan terbesar Eropa pada 2024, seiring meningkatnya persaingan dari obat GLP-1 Eli Lilly, Mounjaro dan Zepbound.
Sektor Keuangan Paling Mendominasi
Meski ASML berada di posisi teratas, sektor keuangan justru mendominasi daftar. Bank menjadi perusahaan terbesar di 15 negara, atau 18 negara jika perusahaan asuransi dan investasi turut diperhitungkan.
Sektor energi dan utilitas menyusul dengan memimpin di 10 negara. Dengan demikian, kedua sektor tersebut mencakup 28 dari 42 perusahaan terbesar di masing-masing negara Eropa.
Dominasi perbankan berkaitan dengan struktur pembiayaan di Eropa, di mana perusahaan kawasan euro secara historis lebih bergantung pada pinjaman bank dibandingkan perusahaan AS yang lebih banyak memanfaatkan pasar modal.
Banco Santander menjadi perusahaan terbesar Spanyol dengan kapitalisasi pasar US$205,11 miliar, sementara UniCredit memimpin Italia dengan US$142,57 miliar. Di pasar yang lebih kecil, UniCredit juga mengendalikan Zagrebačka banka di Kroasia dan UniCredit Bank di Bosnia dan Herzegovina, sedangkan Allianz memiliki Slovenská poisťovňa di Slovakia.
Perusahaan Lama Masih Mendominasi
Di sektor energi, sejumlah perusahaan terbesar juga dikendalikan negara. Pemerintah Norwegia menguasai 67% Equinor, perusahaan terbesar Norwegia dengan kapitalisasi pasar US$100,68 miliar, sementara pemerintah Ceko memegang hampir 70% ČEZ yang bernilai US$33,51 miliar.
Perusahaan baru juga relatif jarang menembus jajaran raksasa Eropa.
Laporan mantan Presiden ECB Mario Draghi pada 2024 mencatat belum ada perusahaan Uni Eropa bernilai lebih dari €100 miliar yang dibangun dari nol dalam 50 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, enam perusahaan AS dengan valuasi di atas US$1 triliun seluruhnya dibangun dalam periode yang sama.
(slm/slm)