MARKET DATA

Daftar 20 Negara Penerima Bantuan Terbesar AS: Israel Bukan No. 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
04 October 2026 13:15
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan selama pertemuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, AS, 7 April 2025. (REUTERS/Kevin Mohatt)
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan selama pertemuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, AS, 7 April 2025. (REUTERS/Kevin Mohatt)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ukraina menjadi penerima bantuan luar negeri Amerika Serikat (AS) terbesar pada tahun fiskal 2025, dengan pencairan dana mencapai US$6,75 miliar. Israel menyusul sebesar US$3,31 miliar, kemudian Yordania sebesar US$1,65 miliar.

Peringkat tersebut dipublikasikan Visual Capitalist menggunakan data ForeignAssistance.gov. Angka yang ditampilkan merupakan realisasi pencairan bantuan selama tahun fiskal 2025.

Tahun fiskal AS berlangsung sejak 1 Oktober tahun sebelumnya hingga 30 September tahun berjalan. Dengan demikian, data ini mencakup periode 1 Oktober 2024-30 September 2025, berbeda dari tahun kalender Januari-Desember.

Negara Afrika Mendominasi 10 Besar

Tujuh negara Afrika menempati posisi keempat hingga kesepuluh. Ethiopia menjadi penerima terbesar di benua tersebut, diikuti Republik Demokratik Kongo dan Nigeria.

Seluruh penerima di luar tiga besar memperoleh bantuan kurang dari US$1 miliar. Indonesia tidak tercantum dalam daftar 20 besar tersebut.

Mengapa Ukraina Menerima Bantuan Terbesar?

Besarnya dukungan AS terhadap Ukraina berkaitan dengan invasi Rusia pada Februari 2022. Bantuan Washington mencakup persenjataan, pelatihan, intelijen, serta dukungan ekonomi dan kemanusiaan.

Menurut Council on Foreign Relations, sejak perang berlangsung, Ukraina menjadi salah satu tujuan utama bantuan luar negeri AS.

Namun, pencairan pada tahun fiskal 2025 tidak seluruhnya berasal dari keputusan bantuan baru pada tahun tersebut. Dana yang disetujui pada tahun sebelumnya dapat dicairkan secara bertahap ketika program dijalankan atau bantuan dikirimkan.

Council on Foreign Relations menjelaskan bahwa bantuan yang telah dianggarkan pada pemerintahan Joe Biden masih disalurkan setelah Donald Trump kembali menjabat pada Januari 2025.

Karena itu, nilai pencairan tahunan perlu dibedakan dari besarnya komitmen atau anggaran baru yang disetujui pemerintah.

Bantuan Kesehatan Lebih Banyak Didukung Publik AS

Di dalam negeri AS, dukungan masyarakat terhadap bantuan luar negeri berbeda menurut tujuan penggunaannya.

Survei Pew Research Center yang dipublikasikan pada Mei 2025 menunjukkan bahwa 83% orang dewasa AS mendukung bantuan obat-obatan dan perlengkapan medis untuk negara berkembang. Sebanyak 78% mendukung bantuan makanan dan pakaian.

Dukungan terhadap bantuan pembangunan ekonomi mencapai 63%, sementara bantuan untuk memperkuat demokrasi memperoleh dukungan 61%. Adapun bantuan untuk mendukung militer negara lain hanya disetujui oleh 39% responden.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa bantuan untuk kebutuhan dasar mendapatkan dukungan lebih luas dibandingkan bantuan militer, meskipun keduanya menjadi bagian dari kebijakan bantuan luar negeri Washington.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular