MARKET DATA

Perusahaan Raksasa China-AS Hamburkan Rp23.300 T, Duit Lari ke Mana?

Zhafa Yuda Rehema,  CNBC Indonesia
25 September 2026 15:40
A general view of the Taiwan Semiconductor Manufacturing Company's (TSMC) fabrication plant in Kaohsiung, Taiwan, June 7, 2025. REUTERS/Ann Wang
Foto: REUTERS/Ann Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan multinasional semakin agresif menggelontorkan modal ke luar negeri.

Sepanjang 2025, perusahaan global mengumumkan investasi baru lebih dari US$1,3 triliun atau sekitar Rp23,3 kuadriliun atau Rp23.302 triliun (asumsi kurs Rp17.925/US$), tumbuh 2,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Investasi tersebut mencakup pembangunan pabrik semikonduktor, pusat data, proyek energi, hingga infrastruktur berskala besar.

Data fDi Markets dalam The fDi Report 2026 menunjukkan sektor teknologi mendominasi daftar investor asing terbesar dunia. Lima dari 10 perusahaan dengan nilai investasi luar negeri terbesar pada 2025 berasal dari sektor ini.

Berikut 10 perusahaan dengan investasi asing terbesar di dunia pada 2025 berdasarkan nilai belanja modal (capital expenditure) yang diumumkan.

TSMC Jadi Investor Terbesar

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen semikonduktor asal Taiwan, menempati posisi pertama dengan investasi yang diumumkan mencapai US$100 miliar atau sekitar Rp1,79 kuadriliun pada 2025 untuk ekspansi di Arizona, Amerika Serikat (AS).

Sebagai produsen chip terbesar dunia, TSMC memiliki kapasitas finansial besar untuk memperluas produksi di tengah lonjakan permintaan semikonduktor.

Ekspansi di Phoenix, Arizona, diproyeksikan menciptakan lebih dari 18.000 lapangan kerja. Investasi tersebut melanjutkan langkah TSMC membangun basis produksi chip di AS sejak 2020, ketika perusahaan mengumumkan investasi awal sekitar US$12 miliar.

Pada 2024, TSMC meningkatkan total rencana investasinya di Arizona menjadi lebih dari US$65 miliar untuk membangun tiga fasilitas produksi chip canggih atau fabrication plant (fab).

Ekspansi berlanjut pada Maret 2025 melalui pengumuman tambahan investasi US$100 miliar, sehingga total rencana investasi TSMC di AS mencapai US$165 miliar. Dana tersebut mencakup pembangunan tiga fab tambahan, dua fasilitas pengemasan chip canggih, serta pusat riset dan pengembangan (R&D).

Pada 2026, TSMC kembali mengumumkan tambahan investasi US$100 miliar untuk Arizona. Dengan demikian, total investasi greenfield perusahaan di wilayah tersebut mencapai US$265 miliar, yang disebut sebagai investasi asing terbesar dalam sejarah AS.

Perusahaan Teknologi Lain Ikut Borong Modal

TSMC berada jauh di atas perusahaan lain dalam daftar. ByteDance, perusahaan induk TikTok, menempati posisi kedua dengan investasi US$45,1 miliar.

Hampir US$40 miliar di antaranya berasal dari rencana pembangunan pusat data berskala besar di Brasil yang diperkirakan menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja.

Alphabet, perusahaan induk Google, berada di posisi kelima dengan investasi US$25,1 miliar. Google juga berencana menggelontorkan lebih dari US$5 miliar untuk membangun kompleks pusat data di Belgia guna memenuhi pertumbuhan permintaan layanan Google Cloud.

Microsoft menyusul dengan investasi US$17,7 miliar, sementara Micron Technology menempati posisi ke-10 dengan US$16,6 miliar.

Masuknya lima perusahaan teknologi ke dalam 10 besar mencerminkan besarnya kebutuhan modal untuk memperluas kapasitas produksi chip, pusat data, dan infrastruktur digital.

Investasi Jumbo Tak Hanya dari Teknologi

Di luar sektor teknologi, perusahaan keuangan, infrastruktur, properti, dan energi juga masuk dalam daftar investor asing terbesar dunia.

MGX Fund Management dari Uni Emirat Arab menempati posisi ketiga dengan investasi US$43,4 miliar. Meski bergerak di sektor keuangan, perusahaan ini memiliki fokus besar pada teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk proyek pusat data di Prancis yang ditujukan menjadi salah satu kompleks pusat data terbesar di Eropa.

Brookfield Asset Management dari Kanada berada di posisi keempat dengan investasi US$28,2 miliar. Sebagian besar modalnya diarahkan ke proyek infrastruktur AI dan digital di Prancis dan Swedia, yang diperkirakan menciptakan sekitar 4.800 lapangan kerja.

Di sektor properti, DAMAC Holding dari Uni Emirat Arab mengumumkan investasi US$24,6 miliar. Sementara itu, perusahaan utilitas Spanyol Iberdrola mengumumkan US$24,3 miliar dan perusahaan energi Australia Woodside Energy sebesar US$17,5 miliar.

Deretan investasi tersebut menunjukkan bahwa meski teknologi menjadi magnet utama modal global, kebutuhan energi, properti, dan infrastruktur tetap menjadi bagian penting dari ekspansi perusahaan multinasional.

(mae/mae)



Most Popular