MARKET DATA

Harga Emas & Perak Babak Belur, Dihantam Kekuatan Dolar

mae,  CNBC Indonesia
24 September 2026 06:50
Emas
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perk ambruk tertekan penguatan dolar AS dan sinyal hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (3/9/2026) ada di US$ 4286,02 per troy ons. Harganya jatuh 1,6%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,26% pada Selasa.

Harga emas penutupan kemarin juga menjadi yang terendah dalam lima hari terakhir.

Harga emas mulai membaik pada hari ini. Pada Kamis (24/9/2026) pukul 06.31 WIB, harga emas menguat 0,08% ke US$ 4289,26 per troy ons.

"Emas tertekan oleh dolar yang lebih kuat. Pernyataan pejabat The Fed setelah FOMC cukup hawkish, sehingga pasar mulai memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun," kata Peter Grant, Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.

Indeks dolar AS mencapai 101 atau level tertinggi dalam dua bulan, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal hawkish. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral AS mungkin perlu menganggap lonjakan harga energi sebagai sumber inflasi yang bertahan lama.

 

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini melihat peluang 77% The Fed menaikkan suku bunga pada Oktober dan 95% pada Desember.

Kenaikan suku bunga menjadi tekanan bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil, sehingga daya tariknya berkurang dibandingkan aset berbunga.

Harga Perak Babak Belur

Merujuk Refnitiv, harga perak pada perdagangan Rabu (3/9/2026) ada di US$ 64,31 per troy ons. Harganya ambruk 3,9%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 1,6% pada Selasa.

Harga perak masih melemah pada hari ini. Pada Kamis (24/9/2026) pukul 06.31 WIB, harga perak melandai 0,24 0,08% ke US$ 64,31 per troy ons.

(mae/mae)



Most Popular