MARKET DATA

Amerika Jadi 'Sarang' Serial Killer, 3.800 Penjahat Berantai Beraksi

Zhafa Yuda Rehema,  CNBC Indonesia
07 September 2026 19:30
Trump Ditembak, Ini 12 Presiden AS Tewas & Selamat Uji Coba Pembunuhan
Foto: Infografis/ Trump Ditembak, Ini 12 Presiden AS Tewas & Selamat Uji Coba Pembunuhan/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembunuhan berantai menjadi salah satu bentuk kejahatan paling mengerikan yang tercatat dalam sejarah kriminal dunia. Berbeda dengan pembunuhan biasa yang terjadi dalam satu peristiwa, pelaku serial killer membunuh lebih dari satu korban dalam rentang waktu tertentu, dengan pola serta motif yang beragam.

Fenomena ini terjadi di berbagai negara. Sejumlah negara maju bahkan memiliki catatan panjang kasus pembunuhan berantai yang berhasil diungkap aparat penegak hukum.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam sebuah basis data serial killer, Amerika Serikat mencatat jumlah pelaku pembunuhan berantai teridentifikasi terbanyak di dunia, yakni mencapai 3.803 orang. Jumlah tersebut terpaut jauh dibandingkan negara-negara lain yang masuk dalam daftar.

Amerika Serikat Mendominasi

Amerika Serikat menempati urutan pertama dalam dalam daftar negara dengan jumlah serial killer teridentifikasi. Tercatat ada 3.803 pelaku, atau lebih dari 20 kali lipat dibandingkan Inggris yang berada di posisi kedua dengan 188 pelaku.

Setelah Inggris, jumlahnya kembali turun. Rusia mencatat 172 pelaku, Australia 153, Jepang 145, dan India 135. Selisih yang sangat lebar tersebut membuat Amerika Serikat menjadi pencilan (outlier) dalam daftar.

Daftar tersebut mencakup 34 negara dari berbagai kawasan, mulai dari Eropa, Asia, Afrika hingga Amerika Latin. Artinya, pembunuhan berantai bukan fenomena yang hanya terjadi di kawasan tertentu, meski jumlah pelaku yang berhasil diidentifikasi berbeda jauh antarnegara.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia memang tidak tercantum dalam 34 negara pada basis data tersebut. Namun, bukan berarti kasus pembunuhan berantai tidak pernah terjadi di Tanah Air.

Salah satu kasus paling terkenal adalah Ahmad Suradji alias Dukun AS. Kasus ini terbongkar pada 1997 setelah polisi menemukan 42 kerangka manusia di perkebunan tebu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Suradji kemudian divonis hukuman mati dan dieksekusi pada 2008.

Kasus pembunuhan berantai kembali menyita perhatian publik pada 2023 melalui kasus Wowon Cs. Polisi mengungkap sembilan korban dalam kasus yang melibatkan Wowon Erawan, Solihin, dan Dede Solehudin.

Wowon dan dua rekan pembunuh berantai diadili di PN Bekasi. (Dok. Detikcom/Isal)Wowon dan dua rekan pembunuh berantai diadili di PN Bekasi. (Dok. Detikcom/Isal) Foto: Wowon dan dua rekan pembunuh berantai diadili di PN Bekasi. (Dok. Detikcom/Isal)

Sejumlah kajian juga mencatat kasus lain di Indonesia, seperti Baekuni alias Babe dan Siswanto alias Robot Gedek, dengan jumlah korban serta periode kejahatan yang berbeda.

Meski demikian, besarnya jumlah serial killer dalam sebuah basis data tidak otomatis menunjukkan suatu negara sebagai tempat paling berbahaya. Data tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan aparat mengungkap kasus, pencatatan kriminal, serta keterbukaan informasi di masing-masing negara.

Pembunuhan berantai sendiri merupakan kejahatan yang relatif jarang dibandingkan keseluruhan kasus pembunuhan. Namun, dampaknya bisa jauh lebih besar karena satu pelaku dapat menghilangkan banyak nyawa dalam rentang waktu tertentu.

Bagi Indonesia, sejumlah kasus yang pernah terungkap menunjukkan bahwa fenomena serial killer juga ada di dalam negeri. Hanya saja, jumlah pelaku yang tercatat dalam basis data tersebut masih jauh di bawah Amerika Serikat atau negara lain.

(mae/mae)



Most Popular